Kemampuan satu bahasa dinilai tidak selalu cukup untuk menghadapi perubahan kebutuhan kerja. Presiden Prabowo Subianto mendorong pengenalan bahasa asing sejak kelas 1 SD agar anak Indonesia memiliki kemampuan lebih ketika mencari pekerjaan.
Target yang disampaikan Prabowo tidak hanya berkaitan dengan kegiatan belajar di sekolah dasar. Ia mengaitkannya dengan peluang bekerja bersama berbagai pihak, termasuk kesempatan bagi tenaga kerja Indonesia untuk masuk ke negara lain.
Menurut Prabowo, tenaga kerja Indonesia sudah banyak diminati terutama pada sektor jasa. Bidang pariwisata, keperawatan, rumah sakit, dan pekerjaan layanan lainnya disebut memiliki kebutuhan terhadap pekerja asal Indonesia.
Karakter pekerja Indonesia menjadi salah satu faktor yang ia soroti. “Orang Indonesia dikenal ramah ulet dan sopan, karena itu tenaga kerja kita diharapkan di dunia,” ujar Prabowo.
Namun, peluang itu menurutnya perlu diperkuat dengan strategi pendidikan yang memberikan keterampilan tambahan sejak awal. Bahasa asing dipandang dapat membantu pekerja Indonesia berkomunikasi dan menyesuaikan diri dengan kebutuhan lintas negara.
Bahasa untuk Memperluas Pilihan Kerja
Prabowo menilai penguasaan bahasa dapat menjadi nilai tambah ketika anak-anak kelak memasuki pasar kerja. Bekal tersebut diyakini membuat mereka lebih siap bekerja dengan pihak mana pun dan di lokasi yang lebih beragam.
“Nanti kalau masuk ke kalau sudah cari lapangan kerja merek punya kemampuan lebih bisa diterima di mana-mana. Bisa kerja dengan pihak manapun,” kata Prabowo. Ia secara khusus menghubungkan kebutuhan kemampuan itu dengan sektor sains dan teknologi.
Bahasa Rusia disebut penting karena kekuatan Rusia dalam bidang sains dan teknologi. Sementara itu, Mandarin dikaitkan dengan Tiongkok yang disebut Prabowo sebagai ekonomi paling dinamis.
| Kelompok Bahasa | Alasan atau Konteks yang Disebut |
|---|---|
| Inggris, Mandarin, Arab | Masuk daftar bahasa penting yang ingin mulai diperkenalkan dari kelas 1 SD. |
| Jepang dan Korea | Dikaitkan dengan bahasa negara-negara maju. |
| Spanyol dan Prancis | Turut disebut sebagai bahasa yang penting untuk dipelajari. |
| Rusia | Dihubungkan dengan keunggulan negara tersebut dalam sains dan teknologi. |
Usulan Dimulai dari Kelas 1 SD
Prabowo menyampaikan keinginan agar pembelajaran bahasa asing dimulai saat murid berada di kelas 1 SD. Ia menyebut bahasa Inggris, Mandarin, dan Arab sebagai beberapa bahasa yang perlu menjadi perhatian sejak tahap pendidikan dasar.
“Kita akan mulai bahasa asing untuk anak-anak kita mulai dari SD kelas 1 mereka harus mulai bahasa asing, bahasa-bahasa yang paling penting, bahasa Inggris, mandarin, Arab,” ujar Prabowo. Selain tiga bahasa itu, ia juga menyebut Jepang, Korea, Spanyol, Prancis, serta Rusia.
Pernyataan tersebut disampaikan saat Sidang Tahunan MPR serta Sidang Bersama DPR dan DPD dalam rangka HUT ke-81 RI. Acara itu berlangsung di Gedung Nusantara, Kompleks Parlemen Senayan, Jakarta Pusat, pada Jumat (14/8/2026).
Gagasan ini menempatkan pendidikan dasar sebagai tahap awal pembentukan keterampilan untuk menghadapi pasar kerja yang makin terbuka. Prabowo memandang penguasaan bahasa asing dapat melengkapi akses terhadap pendidikan yang baik.
Infrastruktur Pendidikan Disiapkan
Selain membahas pengenalan bahasa asing, Prabowo menyampaikan pemerintah terus membangun infrastruktur pendidikan. Pembangunan tersebut mencakup sekolah, universitas, serta asrama untuk pelajar.
Ia juga menyinggung sekolah rakyat dan sekolah berasrama yang ditujukan bagi anak-anak dari keluarga paling tidak berdaya. Fasilitas itu disebut akan memiliki ruang kelas untuk komputer.
Menurut Prabowo, kebijakan pendidikan tersebut berkaitan dengan upaya memutus lingkaran kemiskinan. Pembelajaran bahasa asing sejak dini menjadi salah satu gagasan untuk memberi anak-anak bekal yang lebih luas bagi masa depan mereka.






