Bukan Tanpa Syarat, Pertemuan Insanul Fahmi dan Anak Harus Lewat Izin Mawa

Setiap rencana Insanul Fahmi untuk bertemu anaknya harus lebih dulu melalui persetujuan Wardatina Mawa. Pengasuh anak menjadi pihak yang mendampingi pertemuan sekaligus menyampaikan permintaan izin tersebut kepada Mawa.

Pengaturan ini membuat Mawa tetap memberi ruang bagi anak untuk bersama ayahnya. Di sisi lain, ia mempertahankan pengawasan atas agenda yang dijalani selama pertemuan berlangsung.

Pengasuh Menjadi Penghubung

Mawa menyebut pengasuh harus berada dalam pertemuan Insanul Fahmi dengan anak mereka. Kehadiran pengasuh tidak hanya untuk mendampingi, tetapi juga memastikan pertemuan telah mendapatkan izin.

“Jadi, aku memperbolehkan aja gitu karena kan diawasi juga sama Mbak seperti itu dan Mbaknya harus izin dulu nih sama aku,” kata Mawa. Ketentuan tersebut diterapkan dalam pola pertemuan yang ia atur setelah berpisah dengan Insanul.

Peran pengasuh juga terlihat dalam komunikasi antara Mawa dan Insanul. Mawa mengatakan pembicaraan keduanya lebih sering dilakukan melalui pengasuh anak.

Komunikasi Langsung Hanya untuk Kepentingan Anak

Komunikasi langsung antara keduanya tetap dapat berlangsung dalam situasi tertentu. Namun, Mawa membatasi percakapan itu hanya untuk urusan yang berkaitan dengan anak.

“Komunikasinya lancar meski kadang sesekali komunikasi langsung tapi itu harus berkaitan dengan anak,” ujar Mawa. Pernyataan itu menunjukkan bahwa komunikasi tetap berjalan, meski ruang pembahasannya dibatasi secara jelas.

Ada Larangan Melibatkan Orang Lain

Di luar ketentuan izin dan pendampingan, Mawa memasang batas lain yang tegas dalam pertemuan tersebut. Anak mereka tidak boleh dipertemukan dengan orang lain, termasuk istri baru Insanul.

Menurut Mawa, Insanul tetap boleh mengajak anak melakukan kegiatan seperti berjalan-jalan, makan, atau agenda lain. Syaratnya, kegiatan itu ditujukan untuk membuat anak merasa senang.

“Jadi kalau dia pengin ketemu anakku, dia tidak mempertemukan anakku dengan orang lain misalnya istri baru Insanul,” ujar Mawa. Pernyataan yang dikutip Beritasatu dari kanal Intens Investigasi pada Jumat (14/8/2026) itu menegaskan bahwa pertemuan ayah dan anak tetap dibuka dengan ketentuan yang berlaku.

Dengan batas tersebut, Mawa tidak menutup hubungan anak dengan Insanul Fahmi. Ia hanya menetapkan bahwa pertemuan harus berlangsung dalam pengawasan, melalui izin, dan tanpa keterlibatan pihak lain.

Baca Juga