Persib Bandung meningkatkan latihan kekuatan tubuh bagian bawah dalam pemusatan latihan di Bali sebagai bagian dari persiapan musim 2026/2027. Program itu tidak berdiri sendiri karena staf pelatih menggabungkannya dengan gerakan yang relevan untuk kebutuhan sepak bola.
Fokus pada bagian bawah tubuh berkaitan dengan kesiapan pemain saat berlari, bergerak, dan menjalankan instruksi permainan di lapangan. Peningkatan beban latihan tetap diatur agar tidak mengganggu agenda pertandingan uji coba yang sudah dijadwalkan.
Sesi Fisik Dilanjutkan Materi Taktis
Latihan pada Kamis, 13 Agustus 2026, dimulai di pusat kebugaran Bali United Training Center bersama pelatih fisik Karlo Reinholz. Para pemain kemudian berpindah ke lapangan untuk menjalani materi taktis di bawah arahan pelatih kepala Igor Tolic.
Susunan program tersebut menunjukkan upaya Persib menjaga keterkaitan antara kesiapan fisik dan permainan tim. Latihan kekuatan tidak hanya diarahkan untuk menambah daya tahan, tetapi juga untuk mendukung pergerakan spesifik dalam pertandingan.
Karlo Reinholz menyatakan program tim dirancang dengan perpaduan aspek kekuatan dan gerakan sepak bola. Ia menilai pengenalan program selama pemusatan latihan dapat memberi rangsangan positif bagi pemain.
“Kami mengombinasikan antara kekuatan tubuh bagian bawah dan pergerakan spesifik sepakbola. Kami menargetkan beberapa kualitas fisik yang disertai dengan pengenalan program training camp. Ini menciptakan stimulan yang positif,” kata Karlo Reinholz.
Uji Coba Menjadi Tahap Pembuktian
Hasil program fisik itu akan ditinjau melalui dua laga dalam Dewata Challenge Series 2026. Persib dijadwalkan bertemu Sabah FC dan Bali United untuk memperoleh gambaran kondisi skuad sebelum kompetisi resmi dimulai.
| Tanggal | Tim Lawan | Kompetisi |
|---|---|---|
| 15 Agustus 2026 | Sabah FC | Dewata Challenge Series 2026 |
| 18 Agustus 2026 | Bali United | Dewata Challenge Series 2026 |
Pertandingan tersebut bukan hanya kesempatan untuk melihat daya tahan pemain setelah menjalani latihan di Bali. Tim pelatih juga dapat menilai sejauh mana skema permainan yang dilatih bersama Igor Tolic bisa diterapkan dalam laga.
Persib menghadapi kebutuhan untuk menjaga ritme persiapan di tengah jadwal musim yang diproyeksikan padat. Karena itu, evaluasi melalui pertandingan uji coba menjadi bagian penting sebelum tim masuk ke agenda kompetisi yang lebih menuntut.
Pemulihan Berguinho Berjalan Terpisah
Di saat skuad menjalani latihan fisik dan taktis, Berguinho belum berlatih di lapangan bersama rekan-rekannya. Pemain sayap Persib itu masih menjalani pemulihan cedera secara terpisah di pusat kebugaran.
Fisioterapis Geraldo Santos mendampingi proses penanganan pemain tersebut. Persib menyesuaikan program Berguinho secara individual sambil menjaga jalannya persiapan kelompok.
“Namun, Berguinho tidak mengikuti sesi latihan di lapangan karena masih menjalani pemulihan cedera di pusat kebugaran di bawah arahan fisioterapis Geraldo Santos,” ujar Karlo. Belum ada keterangan lebih lanjut mengenai keterlibatan Berguinho dalam dua pertandingan uji coba itu.
Targetnya Bukan Beban Instan
Karlo menekankan bahwa tim tidak mengejar penambahan beban secara cepat dalam waktu singkat. Persib memilih melanjutkan ritme latihan yang sudah terbentuk dalam beberapa pekan terakhir.
“Fokus utama kami kini adalah meneruskan ritme yang sudah terbentuk di beberapa pekan terakhir, mengoptimalkan performa fisik, menjaga kebutuhan pertandingan dan secara bertahap meningkatkan performa sepakbola secara keseluruhan,” kata Karlo. Pendekatan itu menempatkan dua laga uji coba sebagai alat ukur dari proses persiapan yang sedang berlangsung.






