Berakhirnya kepemimpinan Didier Deschamps setelah 14 tahun di tim nasional Prancis seharusnya membuka pembahasan tentang era baru. Akan tetapi, penunjukan Zinedine Zidane sebagai penggantinya justru dibayangi pertanyaan mengenai agama Islam yang dianut sang pelatih.
Pemerintah Prancis memberikan pembelaan kepada Zidane di tengah kontroversi itu. Perdebatan mengenai keyakinan pribadinya dinilai telah menggeser fokus dari agenda olahraga menuju persoalan perlakuan terhadap identitas agama.
Deschamps meninggalkan jabatan dengan pencapaian besar bersama Tim Ayam Jantan. Selama menangani Prancis, ia mempersembahkan gelar Piala Dunia serta UEFA Nations League.
Situasi tersebut membuat tugas Zidane memiliki konteks yang penting bagi tim nasional. Ia tidak hanya mengambil alih kursi pelatih dari sosok yang lama memimpin, tetapi juga memasuki jabatan baru di tengah polemik publik.
Fokus federasi pada persiapan tim
Federasi Sepak Bola Prancis atau FFF disebut tidak ingin larut dalam isu yang muncul setelah pengangkatan Zidane. Detik Sport melaporkan bahwa federasi meyakini sang pelatih dapat tetap memusatkan perhatian pada persiapan tim.
Prancis akan menjalani fase grup UEFA Nations League pada akhir September hingga awal Oktober mendatang. Italia, Belgia, dan Turki menjadi lawan yang dijadwalkan dihadapi dalam periode tersebut.
| Tim yang Dihadapi | Ajang | Waktu Pertandingan |
|---|---|---|
| Italia | Fase grup UEFA Nations League | Akhir September hingga awal Oktober mendatang |
| Belgia | Fase grup UEFA Nations League | Akhir September hingga awal Oktober mendatang |
| Turki | Fase grup UEFA Nations League | Akhir September hingga awal Oktober mendatang |
Rangkaian laga tersebut akan menjadi agenda pertama Zidane setelah ditunjuk menangani Prancis. Persiapan menuju pertandingan itu tetap menjadi perhatian utama FFF meski isu di luar lapangan terus mencuat.
Pertanyaan yang dipandang tidak setara
Anggota parlemen Prancis dari La France Insoumise, Abdelkader Lahmar, melontarkan kritik terhadap pertanyaan yang menyinggung agama Zidane. Ia memandang sorotan itu berbeda dengan perlakuan terhadap para pelatih Prancis terdahulu.
Dalam unggahan di X, Lahmar menyebut nama Didier Deschamps, Laurent Blanc, Raymond Domenech, Jacques Santini, Roger Lemerre, dan Aime Jacquet. Menurutnya, agama tidak pernah menjadi pertanyaan ketika mereka memperoleh jabatan yang sama.
“Kami tidak pernah menanyakan soal agama kepada Didier Deschamps, Laurent Blanc, Raymond Domenech, Jacques Santini, Roger Lemerre, atau Aime Jacquet saat mereka ditunjuk. Lalu mengapa pertanyaan ini diajukan kepada Zidane,” tulis Lahmar.
Kritik tersebut memperkuat pandangan sejumlah pihak bahwa persoalan ini berkaitan dengan dugaan Islamofobia terhadap FFF. Sorotan yang muncul dipandang tidak relevan dengan kapasitas Zidane dalam memimpin tim nasional.
Bagi Prancis, masa transisi dari Deschamps ke Zidane kini berjalan dengan dua perhatian sekaligus. Di satu sisi ada kebutuhan menjaga persiapan tim, sementara di sisi lain terdapat tuntutan agar keyakinan pribadi tidak dijadikan dasar perdebatan dalam penunjukan pelatih.






