Penjualan motor listrik Alva meningkat 52,9 persen secara tahunan pada 2025, dari 2.948 unit menjadi 4.508 unit. Kenaikan ini terjadi di tengah pergeseran permintaan, dengan N3 kini bergerak lebih tinggi dibandingkan Cervo.
Perubahan posisi dua model itu menunjukkan konsumen semakin mempertimbangkan pilihan dalam portofolio Alva. N3 merupakan model paling terjangkau yang dimiliki perusahaan tersebut.
Chief Executive Officer Alva Purbaja Pantja mengatakan pergerakan penjualan N3 telah melewati Cervo. Ia menyebut harga menjadi salah satu faktor yang memengaruhi perubahan tersebut.
“Pergerakannya N3 bergerak di atas Cervo, karena harganya dan lain-lain. Jadi memang itu sudah nyalip,” ujar Purbaja di ICE BSD, Tangerang, belum lama ini.
Dasar Target Pertumbuhan Baru
Alva sebelumnya mencatat pertumbuhan sekitar 50 persen sepanjang tahun lalu. Sesudah membukukan kenaikan 52,9 persen, perusahaan menetapkan target pertumbuhan penjualan lebih dari 50 persen pada tahun ini.
Purbaja menilai pertumbuhan tersebut bahkan memiliki peluang untuk mencapai dua kali lipat. Ambisi itu tidak hanya bertumpu pada pertambahan unit terjual, melainkan juga pada perubahan permintaan antar-model.
| Tahun | Unit Terjual | Pertumbuhan |
|---|---|---|
| 2024 | 2.948 unit | — |
| 2025 | 4.508 unit | 52,9% |
Data penjualan tersebut tercantum dalam RUPS PT Indika Energy Tbk. Oto.detik.com melaporkan Alva tetap melihat ruang pertumbuhan meski penjualan berlangsung tanpa insentif.
Kenaikan N3 di atas Cervo menjadi salah satu penanda penting bagi strategi perusahaan. Alva perlu menjaga pertumbuhan volume sekaligus menjawab pola pilihan konsumen yang berubah di dalam jajaran produknya.
Ekosistem Pengisian Daya Meluas
Pertumbuhan penjualan berjalan bersamaan dengan perluasan jaringan pengisian daya Boost Charge. Jumlah konektornya meningkat dari 150 konektor pada akhir 2025 menjadi lebih dari 490 konektor pada Juni 2026.
Jaringan itu telah menyalurkan lebih dari 444 ribu kWh energi listrik kepada pengguna hingga Juni 2026. Ketersediaan konektor menjadi data pendukung yang disampaikan Alva dalam upaya memperluas penggunaan motor listrik.
| Indikator | Data Awal | Data Terbaru |
|---|---|---|
| Konektor Boost Charge | 150, akhir 2025 | Lebih dari 490, Juni 2026 |
| Jarak tempuh kumulatif | 22 juta km, Januari 2025 | 78 juta km, akhir Juni 2026 |
Di sisi penggunaan, akumulasi jarak tempuh seluruh motor listrik Alva mencapai 78 juta kilometer pada akhir Juni 2026. Pada Januari 2025, angka kumulatifnya masih berada di level 22 juta kilometer.
Pertambahan jarak tempuh tersebut mencerminkan naiknya aktivitas kendaraan Alva di jalan. Data ini juga menggambarkan perkembangan basis pengguna yang menyertai ekspansi jaringan pengisian daya.
Biaya Kendaraan Konvensional Jadi Perhatian
Alva turut mengamati gejolak harga minyak dunia dan tren kenaikan harga komoditas. Purbaja menyebut kondisi itu dapat berdampak pada kebutuhan yang berkaitan dengan kendaraan bermotor.
Menurutnya, pengaruh kenaikan harga dapat terasa pada minyak, oli, dan suku cadang. Situasi tersebut berpotensi ikut memengaruhi penjualan motor listrik di pasar.
Target pertumbuhan lebih dari 50 persen kini ditopang oleh hasil penjualan 2025, pergeseran minat ke N3, serta bertambahnya infrastruktur Boost Charge. Perusahaan juga tetap mencermati faktor biaya kendaraan yang dapat mengubah pertimbangan konsumen.






