Pelukan di Ronde Penentu Disorot Dana White, Ian Garry Gagal Rebut Gelar UFC

Pelukan dan jabat tangan Ian Machado Garry dengan Islam Makhachev pada awal ronde kelima menjadi momen yang paling mengusik Dana White. CEO UFC itu menilai tindakan tersebut tidak tepat ketika Garry sedang membutuhkan serangan besar untuk merebut gelar.

White menegaskan bahwa ronde pamungkas bukan saat untuk mengendurkan tekanan. Menurutnya, Garry seharusnya memasuki ronde tersebut dengan niat jelas untuk mengakhiri duel.

"Saya pikir Ian adalah pria yang berbakat. Jika dia memiliki setidaknya satu ons naluri pembunuh, pada ronde kelima itu, Anda tidak keluar lalu berpelukan dan berjabat tangan," kata Dana White.

Kritik itu tidak diarahkan pada karakter Garry di luar arena. White tetap memandangnya sebagai petarung berkelas, tetapi ia mempertanyakan pilihan sikap dan strategi ketika laga masih berlangsung.

Ronde Kelima Menjadi Kesempatan Terakhir

Posisi Garry sebelum ronde kelima sebenarnya jauh lebih sulit daripada kesan pertandingan yang masih terbuka bagi banyak penonton. Dua juri sudah menempatkan Makhachev unggul dalam tiga ronde.

Dengan keadaan tersebut, kemenangan angka tidak lagi menjadi pilihan bagi Garry. Satu-satunya jalan untuk membalikkan peluang merebut sabuk adalah meraih finish.

White menyebut pendekatan yang semestinya diambil Garry adalah serangan langsung dan berisiko. Ia bahkan mencontohkan tendangan lutut terbang sebagai bentuk upaya untuk memaksakan penyelesaian.

"Anda keluar di ronde kelima itu dengan tendangan lutut terbang dan mencoba menyelesaikannya. Saya pikir ini adalah salah satu pertarungan di mana Ian akan melihat kembali dan berkata, ‘Sial, saya berharap bisa mengulangnya lagi’," kata White.

Makhachev Mengambil Kendali

Alih-alih menemukan penyelesaian, Garry justru menghadapi tekanan dari Makhachev pada ronde terakhir. Makhachev berhasil menjatuhkannya lalu mengontrol laga hingga bel penutup berbunyi.

Perebutan gelar UFC 330 pada Sabtu (15/8) akhirnya dimenangi Makhachev melalui keputusan angka mutlak. Hasil itu menutup kesempatan Garry untuk mengubah keadaan pada duel tersebut.

White mengatakan sikap ramah Garry sulit diterimanya dalam konteks pertarungan perebutan sabuk. "Sialan itu membuat saya gila," ujarnya mengenai momen saling berpelukan dan berjabat tangan.

Pernyataan tersebut menyoroti tuntutan berbeda yang dihadapi seorang petarung dalam laga gelar. Sportivitas tetap ada tempatnya, tetapi White menilai kebutuhan untuk tampil agresif harus menjadi prioritas ketika tertinggal dan waktu tersisa satu ronde.

Dampak Hasil UFC 330

Kekalahan ini menjadi evaluasi bagi Garry mengenai cara menghadapi ronde penentuan dalam pertandingan besar. Bakatnya tetap mendapat pengakuan dari White, tetapi peluang yang hilang pada ronde kelima menjadi pokok kritik utama.

Sebaliknya, kemenangan atas Garry memperpanjang catatan tidak terkalahkan Makhachev di UFC. Rangkaian tersebut membuatnya melampaui rekor Anderson Silva untuk catatan tak terkalahkan terpanjang di UFC.

Baca Juga