Pengguna motor bensin mendapat peringatan dari Presiden Prabowo Subianto terkait kemungkinan pajak karbon dan pembatasan penggunaan kendaraan di masa mendatang. Peringatan itu dikaitkan dengan kebutuhan dunia untuk mengurangi emisi dan pemakaian bahan bakar.
Prabowo menyinggung contoh pembatasan kendaraan berbahan bakar bensin di kota besar seperti Beijing. Meski demikian, ia belum menjelaskan bentuk aturan, wilayah yang akan diterapkan, maupun jadwal pelaksanaannya di Indonesia.
“Dan nanti, mungkin karena ini sudah kebutuhan dunia, jadi ada namanya carbon tax. Di kota-kota besar seperti Beijing, enggak bisa motor bensin masuk,” lanjut Prabowo.
Menurut Presiden, pernyataan tersebut merupakan peringatan bagi masyarakat yang masih memilih motor bensin. Ia menegaskan, “Jadi ini warning aja untuk masih nekat gandrung dengan motor bensin.”
Dorongan Beralih Tidak Hanya Berupa Pembatasan
Pemerintah tidak hanya menyampaikan kemungkinan pengetatan terhadap kendaraan bensin. Prabowo juga menawarkan jalan perpindahan melalui skema tukar tambah menuju motor listrik.
Skema itu ditujukan bagi pemilik kendaraan yang telah terlanjur membeli motor berbahan bakar bensin. “Tapi tenang saja, kita ada skema-skema nanti yang sudah terlanjur punya motor bensin bisa tukar tambah (dengan motor listrik),” ujar Prabowo.
Belum ada penjelasan teknis mengenai jenis motor yang dapat ditukar, besaran nilai penilaian kendaraan, atau prosedur pengajuan program tersebut. Karena itu, skema tukar tambah yang disampaikan masih memerlukan aturan lebih lanjut sebelum dapat digunakan konsumen.
Selain pertukaran kendaraan, Presiden menyebut rencana kemudahan pembelian motor listrik melalui cicilan yang lebih ringan. Pemerintah juga akan mengupayakan pembelian tanpa uang muka atau DP.
“Bunga cicilan kita turunkan untuk rakyat. Kemudian kita usahakan tidak pakai DP, jadi nanti kalau ada yang masih pakai motor bensin ya rasain sendiri,” ujar Presiden. Bentuk keringanan, besaran bunga, serta mekanisme pembelian tanpa DP belum dipaparkan.
Efisiensi Menjadi Dasar Kebijakan
Prabowo menempatkan efisiensi energi sebagai salah satu alasan utama mendorong penggunaan motor listrik. Dalam perhitungannya, biaya penggunaan kendaraan listrik dapat menghasilkan penghematan bahan bakar dibandingkan motor bensin.
“Kita hitung tadi, memakai motor listrik dibandingkan dengan motor besin penghematannya minimal 50 persen. Bahkan bisa sampai 70 persen di ujungnya,” kata Prabowo.
Pernyataan tersebut disampaikan saat peresmian Molinas pada Kamis, 13 Agustus 2026. Acara berlangsung di fasilitas produksi PT Ilectra Motor Group (ALVA) di Cikarang, Kabupaten Bekasi, Jawa Barat.
ALVA merupakan anak usaha Indika Group. Suara.com melaporkan rangkaian pernyataan Presiden itu menunjukkan dorongan kendaraan listrik akan dipadukan dengan insentif pembelian dan potensi pengetatan terhadap kendaraan bensin.
Arah kebijakan yang disampaikan masih belum disertai ketentuan operasional untuk masyarakat. Kepastian mengenai pajak karbon, pembatasan wilayah, serta pelaksanaan tukar tambah akan menentukan dampaknya bagi pengguna motor bensin.






