Norwich Gagal Dapat Hasil Setimpal, Clement Soroti Gol Kontroversial West Brom

Philippe Clement merasa Norwich City tidak mendapat hasil yang layak setelah kalah di kandang dari West Bromwich Albion. Pelatih asal Belgia itu menilai perjuangan timnya seharusnya dapat menghasilkan lebih banyak, terutama setelah mereka mampu merespons ketertinggalan dua gol.

Penilaian tersebut muncul karena Clement melihat timnya tetap berjuang hingga akhir laga dan berhasil mencetak gol balasan. Namun, ia juga mengakui Norwich perlu membenahi cara mereka kebobolan dalam pertandingan itu.

Respons Setelah Tertinggal

West Brom membawa keunggulan 2-0 setelah menambah gol melalui serangan balik. Norwich kemudian memperkecil selisih, tetapi peluang yang mereka ciptakan tidak seluruhnya dapat dikonversi menjadi gol.

Clement melihat respons para pemain sebagai salah satu sisi positif dari laga pembuka musim tersebut. “Setelah itu mereka kemudian mencetak satu serangan balik di mana mereka menjadikannya 2-0, tetapi Anda melihat lagi reaksi yang tepat dari tim dan mereka terus berjuang dan kami mencetak gol kami,” kata Clement.

Ia menilai Norwich seharusnya dapat mencetak gol lebih banyak dari permainan yang diperlihatkan. Kegagalan memaksimalkan kesempatan kemudian menjadi salah satu faktor yang membuat tuan rumah tidak mampu mengejar ketertinggalan.

Selain menyesalkan hasil akhir, Clement menaruh perhatian pada gol-gol yang diterima timnya. Menurutnya, situasi kebobolan tersebut tidak seharusnya terjadi dalam sebuah pertandingan sepak bola.

“Anda selalu perlu mencetak gol untuk memenangkan pertandingan, itu benar, tetapi kebobolan gol-gol seperti itu juga sangat mengecewakan, tentu saja, karena itu tidak boleh terjadi dalam sebuah pertandingan sepak bola,” ujarnya. Evaluasi itu menunjukkan Norwich tidak hanya mempersoalkan keputusan pengadil, tetapi juga penampilan pertahanannya sendiri.

Handball yang Tidak Terlihat Pengadil

Kekecewaan terbesar Clement tertuju pada proses gol pembuka West Brom pada Sabtu, 15 Agustus 2026. Ia menilai ada dugaan handball sebelum bola masuk, tetapi wasit dan hakim garis tidak menganggapnya sebagai pelanggaran.

Protes pun muncul dari para pemain dan staf Norwich yang berada di pinggir lapangan. Bagi Clement, momen itu sangat menentukan karena terjadi ketika timnya merasa sedang berada dalam posisi mengendalikan permainan.

“Saya pikir semua orang di stadion melihatnya; bangku cadangan saya melihatnya, saya melihatnya dari jarak 50 yard tetapi wasit dan hakim garis tidak melihatnya, jadi itu sangat mengecewakan karena itu adalah momen krusial dalam pertandingan,” kata Clement. Ia menilai keputusan tersebut membuat Norwich harus mengejar keadaan sejak awal.

Clement menegaskan timnya tidak hanya mampu mengimbangi West Brom sebelum gol itu terjadi. “Kami tidak hanya memegang kendali, tetapi kami mendominasi permainan, menciptakan peluang-peluang,” ujarnya.

Kembalinya Dua Pemain

Di luar hasil pertandingan, Norwich mendapat kabar positif melalui kembalinya Kellen Fisher dan Papa Amadou Diallo dari cedera. Clement menyatakan puas dengan kontribusi keduanya serta sikap para pemain lain di dalam skuad.

Ia juga menilai masa persiapan dan pekan latihan Norwich berlangsung baik, sehingga persaingan untuk masuk tim semakin ketat. Para pemain yang tidak tampil maupun tidak masuk skuad tetap dipandang memiliki peran dalam membangun kompetisi internal.

“Kami memiliki persiapan yang baik dan menjalani minggu latihan yang sangat bagus juga, jadi mereka semua berjuang untuk masuk ke dalam skuad,” ujar Clement. Ia berharap rasa kecewa dari laga ini dapat mendorong timnya meraih hasil lebih baik di Championship pada bulan-bulan berikutnya.

Clement tidak meragukan kemampuan skuadnya meski awal musim dimulai dengan kekalahan kandang. Ia menilai penampilan dan daya juang pemain perlu dijadikan dasar untuk memperbaiki hasil pada pertandingan selanjutnya.

Baca Juga