Bukan Arahan Produksi, Nayla D. Purnama Pilih Tanning dan Diet untuk Laras

Keputusan Nayla D. Purnama untuk menjalani tanning dan diet demi peran Laras tidak hanya didorong kebutuhan produksi Di Ambang Kematian 2. Aktris tersebut menyatakan perubahan fisiknya berasal dari keinginannya sendiri untuk mendekati karakter yang akan dimainkan.

Nayla ingin penampilannya sedekat mungkin dengan bayangan Laras, seorang atlet renang. Upaya itu ia tempuh bersamaan dengan latihan renang sebagai bekal sebelum menjalani peran dalam film horor tersebut.

“Sebenarnya itu memang datangnya kemauannya dari aku sendiri sih,” ujar Nayla. Ia menilai perubahan fisik dapat membantunya lebih masuk ke dalam karakter Laras.

Fisik Menjadi Bagian dari Karakter

Dalam Di Ambang Kematian 2, Laras memiliki latar sebagai atlet renang. Karakter itu menuntut Nayla untuk membangun kesan atletis, bukan hanya melalui akting tetapi juga tampilan fisik.

Tanning menjadi salah satu proses yang dijalaninya, diikuti pengaturan pola makan. Nayla juga berlatih renang agar gerak dan pembawaannya sebagai atlet terasa lebih sesuai di layar.

Menurutnya, persiapan tersebut tetap menjadi tantangan meski ia pernah memainkan karakter serupa beberapa tahun lalu. Setiap peran, kata Nayla, membawa kebutuhan yang tidak sama.

Ia bahkan merasa perlu memulai latihan renang kembali dari awal. “Ini tantangan baru lagi buat aku, Laras ini adalah seorang atlet renang,” kata Nayla dalam keterangannya kepada detikcom di Kuningan, Jakarta Selatan.

Kembali ke Dunia Horor

Selain karakter Laras, ketertarikan Nayla untuk bergabung juga dipengaruhi pengalamannya menonton film pertama Di Ambang Kematian. Film itu menjadi salah satu karya horor yang membekas baginya.

Sekuel tersebut membawanya kembali ke genre yang menurutnya memiliki ritme produksi khas. Syuting horor sering menuntut jadwal tidak biasa serta kesiapan menghadapi adegan yang lebih intens secara fisik.

“Aku kangen banget syuting jam kebalik,” kata Nayla. Ia menyebut tantangan dalam film horor terasa lebih “der-der-dor” dibandingkan pengalaman di genre drama.

Suasana produksi yang melibatkan elemen darah dan kebutuhan pergerakan fisik menjadi bagian yang ia nikmati. Karena itu, persiapan Laras tidak berhenti pada pembacaan karakter, melainkan mencakup latihan tubuh dan perubahan penampilan.

Menghadirkan Atlet Renang yang Meyakinkan

Latihan renang menjadi fondasi penting bagi Nayla untuk membentuk Laras. Ia menyebut persiapan itu mulai terlihat dari perubahan pada kulitnya setelah menjalani aktivitas di air dan tanning.

Transformasi tersebut memperlihatkan cara Nayla membangun peran melalui aspek fisik. Dalam Di Ambang Kematian 2, Laras menjadi tantangan baru yang memadukan karakter atlet dengan atmosfer horor berintensitas tinggi.

Baca Juga