Pertumbuhan mobil listrik dan hybrid melampaui perkembangan sektor otomotif nasional pada Juli 2026. Kendaraan elektrifikasi itu naik lebih dari 40 persen secara tahunan, sedangkan sektor otomotif tumbuh 33,3 persen.
Perbedaan laju pertumbuhan tersebut menempatkan elektrifikasi sebagai salah satu penggerak penting di tengah menguatnya pasar mobil. Minat itu juga tercermin dari konsumsi listrik di SPKLU yang telah melampaui capaian sepanjang 2025.
Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto menyampaikan angka pertumbuhan tersebut dalam Konferensi Pers Nota Keuangan dan RAPBN Tahun Anggaran 2027. Acara itu berlangsung di Kantor Pusat Direktorat Jenderal Pajak Jakarta pada Jumat (14/8).
“Kalau kami lihat dari sektor otomotif naik 33,3 persen year-on-year (secara tahunan), dan khusus untuk kendaraan elektrik ataupun kendaraan hybrid itu naiknya lebih dari 40 persen,” kata Airlangga. Pernyataan itu membandingkan langsung laju kendaraan elektrifikasi dengan pertumbuhan industri otomotif secara keseluruhan.
Pasar Mobil Meningkat pada Juli
Gaikindo mencatat distribusi mobil dari pabrik ke dealer pada Juli 2026 mencapai 81.115 unit. Angka ini meningkat 4,5 persen dari realisasi 77.603 unit pada Juni 2026.
Kinerja tahunan distribusi mobil juga terlihat lebih kuat. Wholesales Juli 2026 tumbuh 33,3 persen dibandingkan Juli 2025 yang tercatat 60.837 unit.
| Jenis Penjualan | Juni 2026 | Juli 2026 | Kenaikan |
|---|---|---|---|
| Distribusi pabrik ke dealer | 77.603 unit | 81.115 unit | 4,5% |
| Penjualan dealer ke konsumen | 74.758 unit | 77.412 unit | 3,6% |
Penjualan dari dealer kepada konsumen ikut naik selama Juli 2026. Realisasinya mencapai 77.412 unit, atau bertambah 3,6 persen dibandingkan 74.758 unit pada bulan sebelumnya.
Kenaikan pada distribusi dan penjualan ritel memberikan konteks bagi pertumbuhan kendaraan listrik dan hybrid. Data yang tersedia tidak memisahkan jumlah unit kendaraan elektrifikasi dalam total penjualan mobil Juli tersebut.
Pengisian Daya Melonjak dalam Enam Bulan
PLN mencatat konsumsi listrik SPKLU mencapai 62,4 juta kWh hingga Juni 2026. Jumlah itu lebih tinggi daripada konsumsi sepanjang 2025 yang sebesar 48,5 juta kWh.
Realisasi konsumsi listrik SPKLU selama 2025 sebelumnya tercatat tumbuh 28 persen. Kenaikan pemakaian pengisian daya menjadi salah satu tanda aktivitas kendaraan listrik yang makin besar.
| Indikator | Realisasi | Pertumbuhan |
|---|---|---|
| Mobil listrik dan hybrid | – | Lebih dari 40% tahunan |
| Sektor otomotif | – | 33,3% tahunan |
| Konsumsi SPKLU | 62,4 juta kWh hingga Juni 2026 | Melampaui 2025 |
Aktivitas Ekonomi Turut Terlihat dari Listrik
Airlangga menilai pertumbuhan ekonomi dapat dilihat melalui kegiatan yang mengonsumsi listrik. Total penjualan listrik disebut naik 10,8 persen secara tahunan dan penjualan semen bertambah 13,5 persen.
Konsumsi listrik rumah tangga meningkat 12,3 persen, sementara konsumsi bisnis naik 10 persen. Pelanggan industri mencatat kenaikan konsumsi listrik sebesar 6,5 persen.
Pertumbuhan kendaraan elektrifikasi yang lebih cepat, kenaikan pemakaian SPKLU, serta menguatnya penjualan mobil menunjukkan perkembangan yang saling berkaitan. Angka-angka tersebut menjadi gambaran penguatan sektor otomotif dan aktivitas ekonomi pada periode yang sama.






