Kendaraan bensin sekelas dalam simulasi biaya kepemilikan diperkirakan menghabiskan sekitar Rp467 juta selama lima tahun. Pada skenario yang sama, VinFast VF MPV 7 dengan battery subscription tercatat membutuhkan Rp369.093.900.
Selisih biaya mencapai Rp97.906.100 atau hampir Rp98 juta. Perbandingan itu menunjukkan potensi penghematan sekitar 21 persen untuk model listrik tersebut.
| Perbandingan | Jarak tempuh | Biaya 5 tahun | Potensi selisih |
|---|---|---|---|
| VinFast VF MPV 7 | 2.000 km per bulan | Rp369.093.900 | — |
| Kendaraan bensin sekelas | 2.000 km per bulan | Rp467 juta | Rp97.906.100 |
Proyeksi tersebut dihitung untuk periode pemakaian lima tahun. Skema yang digunakan adalah battery subscription, sehingga hasilnya perlu dibaca sebagai simulasi berdasarkan parameter tertentu.
Besaran penghematan dapat berubah ketika pengguna memasukkan rutinitas berkendara yang berbeda. Jarak perjalanan bulanan, durasi kepemilikan, dan pola penggunaan menjadi faktor yang menentukan angka akhir.
Perhitungan tidak berhenti pada harga awal
Kalkulator TCO VinFast menghitung kepemilikan kendaraan dengan pendekatan yang lebih luas daripada harga pembelian. Perangkat ini memasukkan estimasi cicilan, biaya energi bulanan, serta total pengeluaran untuk jangka waktu yang dipilih.
Pendekatan Total Cost of Ownership membantu konsumen melihat biaya kendaraan secara akumulatif. Perhitungan semacam ini dapat digunakan untuk menilai kebutuhan mobil keluarga maupun biaya pengoperasian kendaraan untuk kegiatan komersial.
Harga kendaraan saat awal transaksi tidak selalu menggambarkan jumlah pengeluaran selama pemakaian. Kendaraan listrik berpotensi memiliki biaya energi dan sejumlah kebutuhan operasional yang lebih rendah dibanding mobil berbahan bakar bensin.
Parameter dapat disesuaikan
Pengguna dapat memilih model kendaraan dan memasukkan jarak tempuh bulanan sesuai kebiasaan mereka. Rencana lama kepemilikan dan skema kepemilikan baterai juga dapat diubah dalam simulasi.
Fleksibilitas tersebut membuat hasil penghitungan bagi pengguna komuter harian tidak harus sama dengan pemilik yang memakai mobil hanya pada akhir pekan. Kalkulator juga menyediakan opsi perbandingan dengan mobil bensin setara serta kendaraan listrik dari merek lain.
Perangkat berbasis internet ini telah tersedia pada tahap awal di sejumlah pasar Asia. Fungsinya adalah memberi gambaran biaya yang lebih personal sebelum konsumen membuat keputusan pembelian.
Kekhawatiran konsumen terhadap biaya
Biaya total kendaraan masih menjadi salah satu pertimbangan penting bagi calon pembeli kendaraan listrik. Kondisi itu terutama relevan ketika harga awal EV masih dipandang lebih tinggi oleh sebagian konsumen.
Deloitte melalui 2026 Global Automotive Consumer Study mencatat 52 persen konsumen di Amerika Serikat mempertimbangkan biaya bahan bakar sebagai motivasi utama. Sebanyak 40 persen responden dalam studi tersebut juga menyebut total biaya kendaraan sebagai salah satu kekhawatiran.
Data itu menunjukkan alasan ekonomi tidak hanya berkaitan dengan penghematan bahan bakar. Konsumen juga perlu menimbang biaya kepemilikan secara menyeluruh bersama faktor lain seperti kapasitas, performa, jarak tempuh, dan fitur.






