Saat Harga Smartphone Naik, Merek Kecil di AS Tersingkir dan Penjualannya Merosot 45%

Merek smartphone di luar Apple, Samsung, Motorola, dan Google mengalami tekanan paling besar di Amerika Serikat. Penjualan kelompok merek tersebut dilaporkan merosot hingga 45% dibandingkan kuartal kedua 2025.

Kontraksi itu terjadi ketika pasar smartphone AS secara keseluruhan hanya turun 5% secara tahunan pada periode 1 April hingga 30 Juni. Ketimpangan tersebut menandakan persaingan semakin berat bagi vendor yang tidak memiliki skala besar atau posisi kuat di operator.

Empat Merek Besar Menahan Penurunan

Penjualan gabungan Apple, Samsung, Motorola, dan Google turun 4% secara tahunan. Capaian itu masih negatif, tetapi lebih baik dibandingkan penurunan yang dialami merek lain di pasar AS.

Samsung dan Motorola bahkan mampu meningkatkan pangsa mereka dalam pasar smartphone prabayar. Galaxy A-series dari Samsung serta Moto G dari Motorola menjadi lini utama yang memperkuat kinerja kedua merek di sejumlah operator.

MerekLini ProdukKondisi di Pasar Prabayar AS
SamsungGalaxy A-seriesPangsa pasar meningkat
MotorolaMoto GPangsa pasar meningkat

Perkembangan ini menunjukkan besarnya nilai jaringan distribusi dan portofolio produk yang telah dikenal pelanggan operator. Pemain besar tampak memiliki kemampuan lebih baik untuk menjaga posisi saat pasar berbiaya rendah mulai tertekan.

Segmen Termurah Jatuh Lebih Dalam

Dampak paling tajam terlihat pada perangkat seharga di bawah US$100. Penjualan kategori ini anjlok 64% dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya, jauh lebih dalam daripada pelemahan pasar secara umum.

Penurunan tersebut menempatkan konsumen berpenghasilan terbatas dalam posisi yang paling terdampak. Ketika harga perangkat naik, pilihan ponsel baru dengan biaya sangat rendah menjadi semakin sulit dipertahankan oleh produsen.

Counterpoint Research mencatat merek kecil kesulitan menjaga harga karena komponen menjadi lebih mahal. Perangkat ODM yang sering dipasarkan operator juga termasuk kategori dengan penurunan besar.

ODM adalah perangkat yang dirancang serta diproduksi untuk dipasarkan oleh pihak lain. Skema ini rentan terhadap kenaikan biaya produksi karena fleksibilitas untuk mengubah harga dan margin cenderung lebih sempit.

Kenaikan ASP Belum Berakhir

Menurut laporan Counterpoint Research yang dikutip GSMArena, krisis chip memori mendorong kenaikan harga jual rata-rata smartphone atau ASP di berbagai segmen. Beban biaya tersebut datang bersamaan dengan kenaikan harga bahan bakar yang berkaitan dengan konflik di Timur Tengah.

Kondisi tersebut dapat mengurangi daya beli dan membuat pembelian smartphone baru lebih berat bagi banyak konsumen. Dampaknya paling terasa pada pasar prabayar dan kategori perangkat termurah yang mengandalkan harga sebagai daya tarik utama.

Analis Counterpoint memperkirakan ASP smartphone masih akan meningkat pada kuartal ketiga. Proyeksi itu membuka kemungkinan pengiriman smartphone AS tetap berada dalam tren negatif dalam waktu dekat.

Google disebut menaikkan harga awal Pixel 11 sebesar US$100, sedangkan Apple diperkirakan mengikuti arah serupa pada iPhone 18 Pro. Jika kenaikan harga berlanjut, produsen perangkat murah akan menghadapi persaingan yang semakin tidak seimbang.

Baca Juga