Setelah Valencia, Rider MotoGP Langsung Tes, Marini Soroti Kalender Padat

Musim belum benar-benar berakhir bagi rider MotoGP setelah balapan terakhir di Valencia. Dua hari seusai seri penutup pada 29 November, mereka sudah dijadwalkan kembali ke lintasan untuk tes Valencia sebagai persiapan musim 2027.

Rangkaian itu menjadi alasan Luca Marini mengkritik ritme kalender yang dinilainya terlalu menekan. Menurut rider Honda tersebut, waktu yang tersedia tidak cukup untuk memulihkan tubuh maupun membangun persiapan khusus menuju musim berikutnya.

Marini melihat akhir musim seharusnya memberi kesempatan bagi pebalap untuk menata ulang kondisi fisik. Kenyataannya, agenda pengujian membuat masa tanpa balapan tidak sepenuhnya berubah menjadi masa istirahat.

Latihan Berjalan Sepanjang Tahun

Kepadatan jadwal tidak hanya berkaitan dengan hari balapan dan perjalanan antarseri. Rider juga harus mempertahankan latihan sepanjang tahun agar selalu berada dalam kondisi siap bertanding.

“Dengan kalender saat ini, tidak ada jeda sama sekali. Saya berlatih sepanjang tahun. Dengan jadwal saat ini, tidak mungkin untuk tidak melakukan apa pun bahkan untuk sesaat,” kata Marini.

Ia menilai kebutuhan untuk tetap bugar membuat proses pemulihan cedera menjadi lebih rumit. Waktu yang lebih panjang diperlukan agar fisioterapi dapat dilakukan secara terarah, bukan sekadar mengikuti jeda singkat di antara agenda kompetisi.

“Saya membutuhkan seluruh energi saya untuk siap bertanding, tetapi saya ingin memiliki lebih banyak waktu untuk menangani cedera lama dengan lebih menyeluruh, misalnya,” ujarnya. Marini juga ingin meningkatkan kondisi fisik secara bertahap dari musim ke musim melalui program khusus.

Usul Balapan Lebih Rapat, Libur Lebih Panjang

Solusi yang disampaikan Marini bukan mengurangi keterlibatannya di paddock selama musim berlangsung. Ia justru membuka kemungkinan jadwal balapan dibuat lebih rapat jika MotoGP mampu menyediakan jeda musim dingin yang lebih layak.

“Menurut saya, jadwal sepanjang tahun ini tidak ideal. Saya pikir kita seharusnya menjadwalkan balapan lebih berdekatan dan sebagai gantinya mencoba membuat jeda yang lebih panjang pada musim dingin,” katanya kepada SPEEDWEEK.com yang dikutip sport.detik.com.

Marini menegaskan bahwa dirinya menikmati aktivitas di paddock ketika musim berjalan. Baginya, masalah utama muncul saat jeda yang seharusnya dipakai untuk pemulihan dan pengembangan fisik menjadi terlalu terbatas.

“Saya ingin menghabiskan lebih banyak waktu di sini jika itu berarti kami memiliki jeda musim dingin yang benar-benar cukup,” tutur Marini. Pernyataan itu memperlihatkan bahwa tuntutannya berfokus pada keseimbangan ritme, bukan sekadar mengeluhkan banyaknya seri.

AgendaJadwalStatus atau fungsi
MotoGP 202622 seriBerpotensi menjadi 21 seri
Grand Prix Qatar8 NovemberDipindahkan dari April
Valencia29 NovemberPenutup musim
Tes ValenciaDua hari kemudianAwal persiapan musim 2027

Kalender 2026 Masih Memiliki Ketidakpastian

Musim MotoGP 2026 dirancang memiliki 22 seri. Jumlah tersebut dapat berkurang menjadi 21 balapan apabila Grand Prix Qatar kembali tidak dapat dilangsungkan.

Seri Qatar di Lusail sebelumnya ditunda akibat konflik di Timur Tengah. Balapan itu semula dijadwalkan pada April dan kemudian dipindahkan ke 8 November.

Sesudah agenda penutup dan tes Valencia, tim-tim masih akan memasuki program pengujian berikutnya pada akhir Januari di Malaysia. Pengujian kemudian berlanjut ke Thailand, sehingga masa persiapan menuju musim baru juga segera dimulai.

“Faktanya, saat ini kami sama sekali tidak punya waktu. Tidak ada waktu untuk benar-benar memulihkan diri, dan yang lebih penting, tidak ada waktu untuk mempersiapkan diri secara khusus menghadapi musim berikutnya; tidak ada waktu untuk terus berkembang,” ujar Marini.

Baca Juga