Manchester City harus membayar mahal awal pertandingan yang buruk saat kalah 0-3 dari Arsenal di Community Shield 2026. Gol Riccardo Calafiori dalam 25 detik pertama memaksa tim Enzo Maresca menjalani laga dalam posisi tertinggal sejak awal.
Maresca mengakui gol sangat cepat itu memengaruhi jalannya pertandingan bagi City. Menurutnya, timnya masih mampu merespons dengan cukup baik, tetapi kebobolan gol kedua membuat keadaan berubah semakin rumit.
“Menurut saya, gol yang masuk ke gawang kami setelah 25 detik laga berjalan sayangnya memengaruhi laga di momen itu. Saya rasa usai gol tercipta, reaksinya cukup bagus sebelum kebobolan yang kedua kali,” ujar Maresca.
City berusaha mengambil alih penguasaan bola setelah tertinggal. Upaya itu tidak cukup untuk mengganggu Arsenal, yang mampu menjaga tekanan dan memanfaatkan ruang ketika lawan mulai bermain lebih terbuka.
Peluang City Berakhir Tanpa Hasil
Menurut Detik Sport, Manchester City menciptakan sejumlah peluang matang setelah gol pembuka Arsenal. Namun, peluang tersebut tidak menghasilkan gol balasan dan City justru kembali kebobolan pada menit ke-28.
Maresca menyebut timnya mempunyai tiga atau empat kesempatan untuk memperbaiki kedudukan. Kegagalan memaksimalkan kesempatan itu membuat City kehilangan kesempatan untuk mengubah momentum sebelum jeda pertandingan.
“Kami punya tiga atau empat peluang tapi sayangnya kami kebobolan gol kedua dan situasi kian rumit. Kecewa ya dengan gol cepat itu karena di partai semacam ini levelnya sangat mirip,” tutur Maresca.
Arsenal tampil efektif ketika menghadapi tekanan City. Mereka tidak hanya mempertahankan keunggulan awal, tetapi juga memperbesar jarak pada momen penting di tiap babak.
| Pencetak Gol Arsenal | Menit | Kedudukan |
|---|---|---|
| Riccardo Calafiori | Kurang dari 1 menit | 1-0 |
| Kai Havertz | 28 | 2-0 |
| Martin Odegaard | 48 | 3-0 |
Arsenal Menjaga Kendali Laga
Kai Havertz membawa Arsenal unggul dua gol pada menit ke-28. Gol itu menjadi pukulan tambahan bagi City karena mereka sebelumnya masih memiliki peluang untuk kembali menyamakan permainan.
Martin Odegaard kemudian mencetak gol ketiga pada menit ke-48. Kedudukan 3-0 membuat Arsenal berada dalam posisi aman untuk mengatur jalannya pertandingan hingga peluit akhir.
Pertandingan ini digelar di Principality Stadium, Cardiff, pada Minggu (16/8/2026) malam WIB. Arsenal datang sebagai juara bertahan Premier League dan menutup laga dengan kemenangan tanpa kebobolan.
City dipaksa mengambil risiko lebih besar setelah tertinggal cepat. Kondisi itu memberi Arsenal ruang untuk memainkan laga sesuai ritme mereka dan menjaga lawan tetap berada dalam tekanan.
Maresca menegaskan permainan timnya setelah kebobolan gol pertama tidak sepenuhnya buruk. Akan tetapi, skor 2-0 membuat ruang untuk memperbaiki situasi menjadi jauh lebih sempit.
“Sehingga saat kebobolan, keadaannya menjadi sulit tapi aksi setelah kebobolan gol pertama itu cukup bagus dan kami menciptakan peluang-peluang. Tapi sekali lagi, di kedudukan 2-0 situasi makin rumit,” kata penerus Pep Guardiola tersebut.
Bagi City, hasil ini menjadi penyesalan karena peluang respons tidak dapat dimanfaatkan. Bagi Arsenal, gol cepat Calafiori menjadi fondasi kemenangan besar yang mereka rawat dengan dua gol lanjutan.






