Mike Maignan berpeluang langsung mengawal gawang AC Milan pada laga pembuka Serie A melawan Torino meski baru kembali dari masa libur. Sementara itu, Adrien Rabiot masih harus menjalani evaluasi kebugaran sebelum status kesiapannya ditentukan.
Perbedaan peluang keduanya dijelaskan Ruben Amorim melalui karakter tuntutan posisi yang tidak sama. Amorim menilai Maignan memiliki kebiasaan berlatih secara konsisten dan telah bermain reguler untuk Milan dalam beberapa musim terakhir.
Maignan Dinilai Lebih Siap
“Itu posisi yang berbeda. Dia terus berlatih sepanjang waktu,” kata Amorim tentang Maignan. Pelatih AC Milan itu menyebut sang penjaga gawang akan siap menghadapi pertandingan pertama musim karena hampir selalu tampil dalam laga Milan.
Rabiot tetap dipandang sebagai pemain penting oleh Amorim, tetapi gelandang Prancis itu tidak akan dipaksakan melewati tahap pemulihan. Milan memilih menilai kondisinya terlebih dahulu sebelum menentukan keterlibatannya pada awal musim 2026/2027.
Kedua pemain akan mengikuti latihan kontak penuh bersama tim utama pada Selasa. Sebelum masuk program tersebut, Maignan dan Rabiot menyelesaikan evaluasi kebugaran khusus di Milanello.
| Pemain | Penilaian Amorim | Situasi Menjelang Musim |
|---|---|---|
| Mike Maignan | Berpeluang siap untuk laga pertama | Dapat tampil sejak awal |
| Adrien Rabiot | Pemain penting bagi tim | Menunggu evaluasi kebugaran |
Libur Tambahan Bukan Permintaan Pemain
Maignan dan Rabiot kembali melapor ke Milanello pada Minggu, 16 Agustus 2026, setelah membela Prancis hingga fase akhir Piala Dunia 2026. Mereka menjadi dua pemain terakhir yang bergabung dengan skuad Milan pada masa pramusim.
Kepulangan yang lebih lambat memicu pertanyaan dari sebagian pendukung menjelang duel melawan Torino. Amorim kemudian menyampaikan bahwa tambahan tiga hari libur itu merupakan keputusan taktis dari dirinya.
“Rabiot dan Maignan mendapat libur lebih banyak karena mereka bermain lebih banyak. Itu penting bagi saya,” ujar Amorim setelah kemenangan 4-2 Milan atas Manchester United di Polandia.
Ia menjelaskan keduanya tidak dimainkan dalam pertandingan uji coba tersebut, sehingga waktu istirahat tambahan dianggap perlu. Amorim menilai kebijakan itu sejalan dengan kebutuhan mengatur beban pertandingan yang padat sepanjang musim.
“Semua orang mengeluh tentang jumlah pertandingan dan para pemain yang tidak mampu mengatasi beban, dan saya memberi para pemain hari tambahan itu karena saya sudah tahu mereka tidak akan bisa bermain pada pertandingan hari ini,” kata Amorim. “Itu adalah keputusan saya, bukan para pemain,” tegasnya.
Respons Pendukung dan Unggahan Maignan
Perdebatan mengenai libur keduanya meningkat ketika dibandingkan dengan Lautaro Martinez dan John Stones dari Inter Milan. Keduanya disebut memilih mempersingkat masa istirahat, sehingga kebijakan Milan menjadi bahan pembicaraan di media sosial.
Kekhawatiran lebih besar juga mengarah kepada Mike Maignan setelah ia menghapus seluruh atribut AC Milan dari akun Instagram pribadinya. Sang kiper juga disebut tidak hadir pada upacara pemakaman legenda klub, Franco Baresi.
Di tengah kritik tersebut, Maignan mengunggah pesan bernada reflektif. “Reset! Kami mengambil banyak risiko, tetapi di puncak, rasanya sangat menyakitkan. HIDUP!” tulisnya.
Ia turut membagikan ilustrasi Nasreddin Hodja dalam bahasa Italia dengan pesan untuk menjalani hidup berdasarkan nilai yang diyakini. Kini, fokus Milan beralih pada proses kebugaran Maignan dan Rabiot sebelum pertandingan resmi pertama musim baru.






