Bukan Sekadar Koin, Lomba Semangka Bergantian Membuka Risiko Kontaminasi Air Liur

Lomba menggigit koin pada semangka dapat memunculkan risiko kontaminasi silang ketika satu buah dipakai bergantian oleh banyak peserta. Air liur yang tertinggal pada permukaan buah menjadi perhatian utama, termasuk pada bagian yang langsung terkena gigitan.

Dokter spesialis gizi klinik dr Igus Ulfa Yaze, SpGK, menilai permainan tersebut perlu dipisahkan dari kegiatan makan semangka. Buah yang sudah dipakai dalam perlombaan tidak seharusnya kembali diperlakukan sebagai makanan siap konsumsi.

Satu Buah untuk Banyak Mulut

Dalam permainan ini, peserta biasanya berusaha mengambil koin menggunakan mulut dari semangka yang sama. Pola penggunaan bergantian itu memungkinkan air liur berpindah dari satu peserta ke permukaan buah, lalu berkontak dengan peserta lainnya.

Air liur bukan cairan steril karena rongga mulut dihuni beragam mikroorganisme yang membentuk mikrobioma oral. Kondisi tersebut tidak otomatis menunjukkan seseorang sedang sakit, tetapi tetap penting dalam konteks kebersihan pangan.

“Bayangkan, satu buah digigit bergantian oleh banyak orang. Walaupun cuma sebentar, tapi ada risiko kontaminasi silang dari air liur,” kata dr Yaze. Risiko tidak hanya terkait koin, sebab daging dan permukaan semangka yang digigit turut terpapar.

Jenis RisikoKondisi dalam LombaDampak yang Perlu Diwaspadai
Kontaminasi silangSemangka digigit banyak pesertaAir liur berpindah ke permukaan buah
Paparan bahan pelumasBuah dan koin dibuat licinOli atau gemuk dapat menempel atau tertelan

Pencucian Tidak Menyelesaikan Semua Risiko

Mencuci koin atau buah setelah perlombaan tidak serta-merta menghilangkan persoalan higienitas pada semangka. Buah tersebut telah mengalami kontak langsung dengan air liur dari peserta yang bergantian menggigitnya.

Keputusan untuk tidak mengonsumsi semangka bekas permainan menjadi semakin penting bila permukaannya dilumuri oli atau gemuk. Bahan tersebut tidak dibuat untuk bersentuhan langsung dengan makanan.

Oli dan Gemuk Berpotensi Masuk ke Mulut

Penggunaan oli atau gemuk dalam lomba dimaksudkan agar koin dan semangka lebih licin sehingga sulit diambil. Namun, bahan pelumas dapat melekat pada bibir, mulut, maupun bagian buah yang digigit peserta.

Oli dan gemuk mengandung berbagai senyawa yang dapat berbahaya apabila masuk ke dalam tubuh. Bahan tersebut berpotensi menimbulkan gangguan saluran pencernaan dan dapat memicu persoalan kesehatan lebih serius dalam kondisi tertentu.

Dr Yaze mengatakan, “Kalau buahnya kena oli atau bahan yang bukan untuk makanan, setelah lomba sebaiknya jangan dimakan lagi walaupun udah dicuci.” Pernyataan itu menekankan bahwa pencucian bukan jaminan bahan non-pangan telah hilang dari semangka.

Keseruan Perayaan Tetap Bisa Dijaga

Lomba gigit koin kerap dinantikan dalam perayaan 17 Agustus karena menghadirkan tantangan dan hiburan bersama. Panitia tetap dapat menjalankan permainan tersebut dengan menyediakan buah khusus yang tidak akan disajikan kembali kepada peserta.

Semangka untuk konsumsi sebaiknya dipisahkan sejak awal dari perlengkapan lomba. Pemisahan ini membantu mengurangi risiko yang tidak perlu sekaligus menjaga kebersihan selama kegiatan berlangsung.

Baca Juga