Ruben Amorim tidak menjadikan kemenangan 4-2 atas Manchester United sebagai patokan utama AC Milan. Pelatih Rossoneri itu menilai pertandingan pembuka Liga Italia 2026/2027 melawan Torino akan menjadi ujian yang sesungguhnya.
Milan akan menghadapi Torino pada laga tandang pekan depan. Duel tersebut menjadi kesempatan pertama bagi Amorim untuk melihat apakah perkembangan selama pramusim bisa menghasilkan poin dalam kompetisi resmi.
“Hasil hari ini tidak penting karena apa yang penting adalah menang di Hari Mingu melawan Torino, yang pastinya akan jadi sebuah pertandingan yang sepenuhnya berbeda dari hari ini,” kata Amorim. Ucapan tersebut disampaikan setelah Milan menundukkan Manchester United di Stadion Wroclaw, Polandia, Sabtu (15/8/2026).
Pramusim Bukan Tujuan Akhir
Kemenangan atas Manchester United menjadi satu-satunya kemenangan Milan dalam empat pertandingan pramusim bersama Amorim. Hasil itu memberi sinyal positif, tetapi sang pelatih tidak ingin timnya terbawa euforia.
Menurut Amorim, performa Milan pada pertandingan tersebut merupakan yang terbaik sepanjang masa persiapan. Namun, ia menekankan bahwa hasil pramusim tidak dapat disamakan dengan tuntutan pertandingan liga.
“Saya kira kami membaik, tapi ini enggak penting. Pramusim itu enggak penting, kami toh harus menang di musim baru,” tegasnya.
Amorim juga menilai kemenangan dapat memperbaiki suasana di dalam skuad. Meski demikian, ia mengingatkan bahwa rasa puas setelah menang harus diimbangi evaluasi terhadap permainan tim.
“Pastinya perasaan tim sekarang itu benar-benar berbeda ketika menang daripada ketika Anda menang dengan bermain bagus,” ujar Amorim. Pernyataan itu menggambarkan pentingnya hasil bagi mental tim, sekaligus batas yang ia pasang agar Milan tetap fokus.
Milan Menang Lewat Kebangkitan
Milan harus bekerja keras untuk mengalahkan Manchester United. Mereka dua kali tertinggal sebelum mencetak tiga gol pada fase berikutnya dan menutup pertandingan dengan skor 4-2.
| Fase | Pencetak Gol Manchester United | Pencetak Gol AC Milan | Situasi |
|---|---|---|---|
| Awal laga | Harry Maguire | Samuel Chukwueze | Milan menyamakan skor |
| Menjelang jeda | Patrick Dorgu | – | MU kembali unggul |
| Paruh berikutnya | – | Alphadjo Cisse, Goncalo Ramos, Ruben Loftus-Cheek | Milan menang 4-2 |
Harry Maguire mengejutkan Milan dengan gol pada menit kedua. Samuel Chukwueze merespons, tetapi Patrick Dorgu membawa Manchester United kembali berada di depan sebelum turun minum.
Bruno Fernandes sempat gagal mengonversi tendangan penalti untuk Manchester United. Setelah itu, Milan mengubah arah pertandingan melalui gol Alphadjo Cisse, Goncalo Ramos, dan Ruben Loftus-Cheek.
Masalah yang Tetap Mengemuka
Di balik produktivitas empat gol, Amorim menyoroti cara timnya kebobolan. Ia menilai Milan memberikan gol-gol kepada lawan dengan terlalu mudah.
“Saya kira kami harus khawatir tentang cara kami kebobolan gol karena kami memberikan gol-gol itu cuma-cuma, baik melawan Celtic dan hari ini,” katanya, seperti dikutip Milannews. Evaluasi itu membuat laga Torino memiliki arti lebih luas daripada sekadar pertandingan pembuka musim.
Torino akan menguji ketahanan Milan dalam situasi kompetitif yang tidak ditemui pada laga persahabatan. Amorim membutuhkan kemenangan sekaligus penampilan yang lebih disiplin untuk membuktikan kemajuan timnya.
Kemenangan di Wroclaw tetap memberi modal psikologis bagi Rossoneri. Namun, hasil melawan Torino akan menjadi penilaian awal terhadap kesiapan Milan memasuki Liga Italia 2026/2027.






