Bukan Sekadar Turing, Konvoi Honda PCX Satukan Ayah, Anak, dan Veteran

Konvoi Honda PCX di Samarinda, Kalimantan Timur, tidak berhenti pada perjalanan komunitas sepeda motor. Peserta mendatangi Taman Makam Pahlawan untuk berziarah, menabur bunga, serta bersilaturahmi dengan veteran perang.

Rombongan juga menyalurkan bantuan ke kediaman veteran sebagai bagian dari Convoy Merdeka 2026. Agenda sosial tersebut menjadi salah satu cara peserta memperingati HUT RI ke-81 dengan penghormatan kepada para pejuang.

Aksi Sosial Menjadi Bagian Utama

Convoy Merdeka 2026 melibatkan total 1.960 pengguna Honda PCX dari 17 klub di bawah 28 Main Dealer Indonesia. PT Astra Honda Motor (AHM) menjalankan program ini melalui tagar #Meng45palKemerdekaan.

Setiap wilayah menggelar perjalanan sepanjang 45 kilometer dengan pilihan rute yang disesuaikan pada sejarah lokal. Dengan format tersebut, kegiatan komunitas diarahkan tidak hanya sebagai turing, tetapi juga sarana memahami nilai perjuangan.

General Manager Marketing Planning and Analysis AHM, Andy Wijaya, mengatakan momentum kemerdekaan perlu dimanfaatkan untuk memperkuat kebersamaan. Ia juga menilai komunitas dapat membangun hubungan keluarga dan memberi kontribusi positif di lingkungan sekitarnya.

“Melalui Convoy Merdeka, kami ingin mengajak para bikers Honda dan keluarga untuk merayakan kemerdekaan dengan cara yang bermakna, sekaligus mempererat hubungan dan menumbuhkan nilai-nilai positif lintas generasi melalui berbagai aktivitas komunitas,” ujar Andy Wijaya.

Ayah dan Anak Berkendara Bersama

Konsep ayah dan anak menjadi ciri utama pelaksanaan konvoi ini. Peserta berkendara secara berpasangan agar perjalanan dapat menjadi ruang komunikasi dan kebersamaan lintas generasi.

Permainan khas perayaan kemerdekaan turut digelar selama rangkaian kegiatan. Permainan itu membutuhkan kerja sama dan dirancang untuk menanamkan nilai kepemimpinan, tanggung jawab, serta keberanian mengambil keputusan.

Kunjungan ke lokasi bersejarah melengkapi agenda kebersamaan tersebut. Setiap daerah menentukan titik singgah berdasarkan latar perjuangan di wilayah masing-masing.

Lintasan Sejarah di Empat Wilayah

WilayahRangkaian Lokasi
SurabayaMuseum Pendidikan, Museum Surabaya, Makam Dr. Soetomo, Museum 10 Nopember, Jalan Tunjungan, Hotel Majapahit, Gedung Grahadi, Monumen Bambu Runcing
Sulawesi UtaraMonumen Yesus Memberkati, Makatete Hills, Malalayang Beach Walk, Godbless Park, Jembatan Soekarno, Monumen Adipura
BaliPatung Catur Muka, Art Centre, kawasan Gianyar, Goa Jepang Klungkung, Monumen Kerta Gosa, Goa Lawah
Kalimantan BaratTugu Digulis, Museum Kalbar, Masjid Mujahidin, Rumah Radakng, Tugu Gaforaya, Makam Pahlawan

Surabaya memiliki rute napak tilas yang melintasi sejumlah bangunan dan monumen penting, termasuk Jalan Tunjungan serta Hotel Majapahit. Sementara itu, rute Sulawesi Utara menghubungkan kawasan pesisir, taman, jembatan, dan monumen di daerah tersebut.

Di Bali, peserta melewati lokasi dari Patung Catur Muka hingga Goa Lawah. Kalimantan Barat mengarahkan perjalanan melewati beberapa landmark penting sebelum menuju Makam Pahlawan.

Perpaduan ziarah, bantuan bagi veteran, permainan keluarga, dan kunjungan sejarah memberi dimensi berbeda pada konvoi ini. Komunitas Honda PCX pun menggunakan peringatan kemerdekaan untuk menghubungkan pengalaman berkendara dengan nilai sosial dan keluarga.

Baca Juga