Dari SD hingga Mahasiswa, Onepride Buka Jalur Tanding Taekwondo Sejak Dini

Peserta dari tingkat sekolah dasar hingga mahasiswa akan mendapat ruang bertanding dalam Onepride Future Champ Taekwondo Series. Kompetisi itu dijadwalkan digelar pada 11-13 September 2026 di GOR Ciracas, Jakarta Timur.

Format kategori usia tersebut disiapkan untuk memberi pengalaman kompetitif sesuai tahapan perkembangan atlet muda. Penyelenggara menempatkan ajang ini sebagai jalur pengenalan bela diri yang lebih terarah bagi anak-anak dan pelajar.

Onepride dan tvOne mengusung konsep kompetisi taekwondo profesional bagi kelompok usia muda. Langkah ini menjadi perluasan perhatian Onepride pada pembinaan usia dini setelah satu dekade berada di industri olahraga bela diri profesional.

CEO Onepride, Nia Ramadhani Bakrie, memandang kompetisi anak tidak seharusnya hanya dinilai dari hasil akhir pertandingan. Ia menilai arena olahraga dapat membantu peserta membangun keberanian, disiplin, kemandirian, serta kepercayaan pada kemampuan diri.

“Sebagai seorang ibu, saya itu selalu percaya bahwa setiap anak itu mempunyai kesempatan yang sama untuk berkembang, enggak semua anak harus jadi atlet,” ujar Nia pada 2 Agustus 2026. Menurutnya, setiap anak perlu mendapat akses pada kegiatan yang sesuai dengan minat masing-masing.

Ruang Uji Kemampuan Sebelum Turnamen

Sebelum turnamen utama, ratusan atlet dari berbagai klub telah mengikuti agenda Try Out Visit. Kegiatan itu berlangsung di GOR Kalisari, Cijantung, Jakarta Timur, pada Minggu, 2 Agustus 2026.

Try out memberi kesempatan kepada peserta untuk mengukur kemampuan sebelum menghadapi turnamen utama. Atmosfer pertandingan turut menjadi bagian dari latihan karena atlet muda dapat mengenal tekanan kompetisi secara bertahap.

KegiatanWaktuTempatTujuan
Try Out Visit2 Agustus 2026GOR Kalisari, Cijantung, Jakarta TimurMenguji kesiapan peserta
Turnamen Utama11-13 September 2026GOR Ciracas, Jakarta TimurMemberi pengalaman kompetisi profesional

Nia menyebut keterlibatan anak usia kecil sudah terlihat dalam sesi exhibition. Ia mengatakan kategori kompetisi tersedia dari tingkat SD hingga kuliah, sementara anak-anak kecil pun telah mampu tampil dalam kegiatan pengenalan tersebut.

“Kategori usianya pokoknya dari SD sampai kuliah ada. Tapi kalau kita lihat di sini juga, yang di exhibition ini juga anak-anak kecil juga udah bisa tuh,” kata Nia. Kehadiran kelompok usia beragam itu memperlihatkan upaya membuka akses kompetisi sejak tahap awal.

Menjawab Tantangan Pembinaan

Nia melihat masih banyak fighter di Indonesia yang baru mulai tekun mempelajari bela diri saat berusia remaja atau lebih. Pandangan itu terbentuk dari pengalaman Onepride yang juga kerap mengirim fighter ke luar negeri.

“Dari situ yang saya lihat adalah kurangnya di Indonesia adalah fighter-fighter ini baru mulai tekun dan belajar tentang ini semua itu pada saat usia yang sudah agak remaja dan ke atas,” sambungnya, seperti dikutip VIVA. Karena itu, kompetisi kelompok usia muda diharapkan membuka jalur pembinaan yang lebih jelas bagi peserta yang ingin menekuni taekwondo.

Pertandingan memberi anak kesempatan untuk menghadapi lawan dalam situasi yang terukur. Proses tersebut tidak hanya berkaitan dengan kemenangan, tetapi juga dengan kemampuan menghadapi tantangan dan mengelola rasa percaya diri.

Melalui Onepride Future Champ Taekwondo Series, kesempatan bertanding sejak dini diposisikan sebagai bagian dari pembentukan karakter. Program ini diharapkan mendukung lahirnya atlet berprestasi sekaligus generasi muda yang lebih disiplin.

Baca Juga