Ribuan warga di sejumlah wilayah Cirebon mulai menghadapi kesulitan memperoleh air saat musim kemarau berlangsung. BPBD di Kota dan Kabupaten Cirebon merespons kondisi itu dengan menyalurkan lebih dari 100.000 liter air bersih.
Penanganan tidak hanya berfokus pada pengiriman tangki air untuk kebutuhan mendesak. Pemerintah daerah juga menyiapkan usulan 10 titik sumur bor dan normalisasi embung sebagai langkah menghadapi ancaman kekeringan yang lebih luas.
Ancaman Kekeringan Berpotensi Menjangkau 563.000 Jiwa
Potensi dampak kekeringan di wilayah Cirebon disebut dapat menjangkau hingga 563.000 jiwa. Karena itu, kebutuhan sumber air yang lebih berkelanjutan menjadi perhatian dalam penanganan musim kemarau.
Plt Kepala Pelaksana BPBD Kabupaten Cirebon, Samsul Huda, menilai sumur bor dapat mengurangi ketergantungan warga pada distribusi air menggunakan tangki. “Sumur bor menjadi salah satu solusi yang dipandang efektif karena dapat menyediakan sumber air yang lebih berkelanjutan dibandingkan hanya mengandalkan distribusi tangki,” ujarnya.
Di tengah persiapan solusi jangka panjang tersebut, bantuan darurat terus dikirim ke daerah yang telah mengalami keterbatasan akses air. Warga penerima bantuan diminta menggunakan persediaan yang ada secara hemat sesuai kebutuhan harian.
Empat Desa Kabupaten Cirebon Menerima 24.000 Liter
BPBD Kabupaten Cirebon telah mendistribusikan 24.000 liter air bersih sejak 9 Agustus 2026. Bantuan itu menjangkau 3.460 jiwa atau 1.252 kepala keluarga di empat desa.
Alokasi terbanyak diberikan kepada Kecamatan Klangenan sebanyak 12.000 liter. Tiga kecamatan lain, Talun, Gegesik, dan Sedong, masing-masing memperoleh 4.000 liter.
| Desa | Kecamatan | Warga Terdampak |
|---|---|---|
| Slangit | Klangenan | 1.029 jiwa |
| Sampiran | Talun | 620 jiwa |
| Sibubut | Gegesik | 761 jiwa |
| Panongan Lor | Sedong | 1.050 jiwa |
Samsul Huda menyatakan bantuan telah dikirim ke Desa Sibubut, Slangit, Sampiran, dan Panongan Lor. Ia berpesan kepada warga agar pasokan yang diterima digunakan secara bijak untuk keperluan sehari-hari.
Kota Cirebon Menyalurkan Sekitar 90.000 Liter
Di Kota Cirebon, penyaluran air mencapai sekitar 90.000 liter dan dilakukan secara bertahap di Kecamatan Harjamukti. Kekeringan hidrometeorologi di kota tersebut secara khusus terjadi di Kelurahan Argasunya.
Pelaksana Tugas Kepala Pelaksana BPBD Kota Cirebon, Eko Kuswantoro, menyebut Harjamukti sebagai titik kekeringan yang saat ini menjadi perhatian. BPBD mengandalkan armada tangki dengan dukungan Kodim setempat untuk menjaga pasokan bagi warga.
Distribusi dijadwalkan selama satu minggu, dari Senin hingga Jumat, dengan volume minimal 8.000 liter setiap hari. Penyaluran menyasar sejumlah titik di Cadas Ngampar, termasuk RW 05 dan RW 08.
| Wilayah | Volume Air Bersih | Jangkauan Penyaluran |
|---|---|---|
| Kota Cirebon | Sekitar 90.000 liter | Kecamatan Harjamukti |
| Kabupaten Cirebon | 24.000 liter | Empat desa terdampak |
Eko Kuswantoro mengatakan, “Sudah dijadwalkan selama satu minggu, Senin sampai Jumat, per harinya minimal 8.000 liter.” Jadwal tersebut diterapkan untuk menjaga kebutuhan air warga di kawasan terdampak selama kondisi kering berlangsung.
Selain penyaluran air, BPBD Kota Cirebon meningkatkan kesiapsiagaan personel Tim Reaksi Cepat. Pelatihan penyelamatan reptil diberikan karena ancaman selama kemarau tidak hanya berkaitan dengan terbatasnya air, tetapi juga kemunculan satwa liar.






