Perjalanan Arya Wedakarna di dunia hiburan kembali menjadi perhatian ketika rekaman mediasi dengan Hilda beredar luas. Sebelum dikenal sebagai anggota DPD RI dari Bali, ia pernah berkarya sebagai model, penyanyi, aktor, dan penyiar radio.
Latar belakang tersebut menciptakan kontras dengan perannya saat ini sebagai senator yang memimpin pembahasan dalam persoalan penjahit di Bali. Video pertemuan itu memicu pro dan kontra karena cara Arya menekan Hilda saat membahas penyelesaian sengketa.
Jejak di empat bidang hiburan
Arya memulai kiprahnya melalui dunia modeling pada usia muda. Ia dikenal pernah menghiasi majalah Aneka sebelum memperluas aktivitasnya ke medium hiburan lain.
| Bidang | Catatan kiprah |
|---|---|
| Modeling | Menjadi wajah di majalah Aneka |
| Musik | Anggota grup vokal FBI |
| Akting | Muncul dalam sinetron dan film pendek |
| Radio | Penyiar di dua stasiun radio |
Di bidang musik, Arya tergabung dalam grup vokal FBI. Grup tersebut juga diisi Indra Bekti dan Roy Jordy, yang kemudian dikenal di industri hiburan Indonesia.
Ia lalu mencoba akting melalui sinetron Janji Hati serta Dancing With Colors. Arya juga terlibat dalam film pendek Angga.
Pengalamannya di media mencakup tugas sebagai penyiar Cassanova FM Denpasar pada 1996–1998. Setelah itu, ia melanjutkan aktivitas penyiaran di Indika FM pada 2000–2001.
Pertanyaan keras dalam mediasi
Perhatian terhadap masa lalu Arya kembali menguat setelah muncul video mediasi antara Hilda dan pasangan penjahit di Bali. Polemik bermula ketika Hilda sebelumnya mencap pihak penjahit sebagai rasis.
Dalam rekaman itu, Arya mempertanyakan keinginan Hilda setelah persoalan kedua belah pihak disebut telah dimediasi. Ia meminta Hilda menjelaskan apa yang masih dipermasalahkan setelah pakaian miliknya disebut seluruhnya telah dikerjakan.
“Baju kamu sudah semua dikerjakan, salahnya beliau apa lagi. Emang ibunya salah, sekarang maunya gimana? Maunya (warungnya) ditutup?” ujar Arya kepada Hilda.
Arya kemudian menyoroti risiko bila warung pasangan penjahit tersebut sampai ditutup. Menurutnya, pasangan itu sama-sama bekerja sebagai penjahit dan memiliki anak yang masih bersekolah.
“Bapak ibu ini suami istri sama-sama penjahit lho, punya anak masih sekolah. Kalau kamu emosi, warungnya ditutup misalkan, mau kamu kasih makan? Mau tanggung jawab gak? Ayo dong ngomong depan kami,” lanjutnya.
Ia juga menyampaikan bahwa pihak keluarga penjahit berhak membuat laporan terkait penyebaran video. Pilihan itu, menurut Arya, tetap terbuka walaupun perdamaian disebut telah terjadi dalam mediasi tersebut.
“Kalau pihak keluarga mau melaporkan UU ITE boleh, walaupun hari ini udah damai, tapi pihak keluarga berhak ngelaporin kamu, karena kamu nyebarin video orang,” tutur Arya. Pernyataan itu ikut menjadi bahan perbincangan publik setelah rekaman mediasi beredar.
Suara.com melaporkan bahwa perhatian terhadap video tersebut turut menghidupkan kembali pembicaraan mengenai lintasan karier Arya. Sorotan kini mencakup sikapnya dalam mediasi dan pengalaman panjangnya sebelum memasuki panggung politik.






