Jangan Ucapkan 7 Kalimat Ini saat Mendampingi Orang dengan Depresi Berat

Orang dengan depresi berat tidak selalu membutuhkan dorongan untuk berpikir positif atau segera bangkit. Mereka dapat lebih terbantu oleh orang terdekat yang hadir, mendengarkan, dan tidak menilai perasaannya.

Sejumlah ucapan yang lazim dipakai untuk menyemangati justru dapat membuat mereka merasa semakin sendirian. Risiko itu muncul ketika kalimat tersebut membatasi emosi, membandingkan penderitaan, atau mengecilkan perjuangan mereka.

Ucapan yang Perlu Diwaspadai

No.UcapanDampak yang Mungkin Dirasakan
1Kamu harus kuat, yaMerasa harus terus tegar
2Sudah, jangan nangisMerasa tidak punya ruang untuk emosi
3Kalau butuh apa-apa, bilang ajaKesulitan memulai permintaan bantuan
4Aku pernah ngalamin yang lebih parahMerasa pengalamannya diremehkan
5Bersyukurlah, orang lain lebih susahMerasa bersalah karena sedih
6Kamu enggak kelihatan sedih, kokMerasa kondisi batinnya tidak dipercaya
7Kamu pasti bisa, kamu cuma lagi capek ajaMerasa masalahnya dianggap ringan

1. “Kamu harus kuat, ya”

Ucapan ini dapat menambah beban untuk terlihat baik-baik saja di tengah kondisi yang berat. Orang tersebut mungkin membutuhkan kesempatan untuk mengakui bahwa dirinya sedang rapuh.

Validasi emosi dapat menjadi pilihan yang lebih menenangkan dalam situasi ini. CNBC Make It mencontohkan kalimat seperti “Wajar kamu merasa seperti itu” atau “Pasti berat buat kamu”.

2. “Sudah, jangan nangis”

Permintaan untuk berhenti menangis berisiko membatasi cara seseorang menyalurkan tekanan emosional. Menangis tidak otomatis menunjukkan kelemahan dan dapat menjadi bagian dari ekspresi perasaan.

Memberi ruang tanpa memaksa mereka segera tenang dapat terasa lebih menenangkan. Kalimat “Tidak apa-apa, keluarkan saja perasaanmu” dapat menunjukkan penerimaan terhadap emosi yang muncul.

3. “Kalau butuh apa-apa, bilang aja”

Orang yang sedang mengalami depresi berat dapat kesulitan menjelaskan kebutuhan atau mengajukan permintaan bantuan. Tawaran yang terlalu umum juga dapat membuat mereka merasa sungkan.

Karena itu, bantuan konkret dapat lebih mudah diterima daripada pertanyaan terbuka. Mengantar mereka ke dokter merupakan contoh tawaran yang lebih jelas.

4. “Aku pernah ngalamin yang lebih parah”

Pengalaman pribadi tidak perlu dipakai sebagai pembanding atas kesulitan yang sedang dialami orang lain. Perbandingan dapat menggeser fokus dari cerita dan kebutuhan orang yang sedang berbicara.

Leela R. Magavi, psikiater yang dikutip Business Insider, menilai perbandingan dapat meremehkan pengalaman hidup sehari-hari seseorang. Sikap mendengarkan tanpa menghakimi memberi ruang yang lebih layak bagi mereka untuk bercerita.

5. “Bersyukurlah, orang lain lebih susah”

Kalimat ini dapat memunculkan kesan bahwa kesedihan seseorang tidak pantas dirasakan karena ada orang lain yang menghadapi kesulitan lebih besar. Akibatnya, rasa bersalah dapat bertambah di tengah kondisi emosional yang sudah berat.

Rasa syukur dan pengakuan atas kesedihan tidak harus saling meniadakan. Orang tersebut tetap perlu diyakinkan bahwa kelelahan emosional yang dirasakan adalah nyata.

6. “Kamu enggak kelihatan sedih, kok”

Depresi tidak selalu terlihat melalui wajah, perilaku, atau aktivitas seseorang sehari-hari. Ada orang yang mampu tampak normal di hadapan lingkungan meski sedang menghadapi perjuangan batin yang berat.

Verywell Mind menyebut komentar mengenai penampilan ini dapat membuat seseorang merasa tidak dimengerti. Penampilan luar tidak cukup untuk mengukur kondisi yang sedang dialami seseorang.

7. “Kamu pasti bisa, kamu cuma lagi capek aja”

Kalimat optimistis dapat terasa meremehkan jika depresi dianggap semata-mata sebagai kelelahan biasa. Beban yang tampak kecil bagi orang lain dapat terasa sangat menguras tenaga bagi orang yang sedang mengalaminya.

Respons yang lebih membantu adalah mengakui keseriusan perjuangan tersebut. Pendamping dapat menemani mereka mencari bantuan yang diperlukan tanpa mendesak pemulihan terjadi segera.

Jangan Putuskan Komunikasi

Kesalahan memilih kata sebaiknya tidak membuat orang terdekat memilih menghilang. Berhenti menghubungi seseorang yang sedang berjuang dapat membuat mereka merasa ditinggalkan.

Pesan singkat untuk menanyakan kabar dapat menjadi pengingat bahwa mereka tidak sendirian. Kehadiran yang stabil dan bantuan yang jelas dapat memberi arti besar bagi orang dengan depresi berat.

Baca Juga