Tiga pertemuan terakhir melawan Lin Chun-Yi selalu berakhir dengan kekalahan bagi Jonatan Christie. Rekor itu membuat peluang duel di babak 16 besar Kejuaraan Dunia 2026 menjadi ujian penting bagi tunggal putra Indonesia tersebut.
Jonatan telah menyiapkan rencana A dan rencana B bersama tim sebagai respons atas hasil-hasil sebelumnya. Persiapan itu ditujukan agar ia tidak kembali terjebak dalam pola permainan lawan ketika pertemuan terjadi.
Membaca Pola Lawan
Fokus persiapan Jonatan bukan hanya pada angka kemenangan dan kekalahan. Ia mempelajari kebiasaan lawan, cara membangun serangan, serta kemampuan mereka dalam mengendalikan reli.
Kondisi lapangan juga menjadi bagian dari perhatian tim. Jonatan menyinggung pengalaman menggunakan lapangan di India sebagai salah satu gambaran sebelum strategi diterapkan.
“Seperti apa kebiasaannya? Bagaimana cara bermainnya? Dan kondisi di India, lapangan yang terakhir yang kami gunakan, seperti apa kondisinya? Jadi, mungkin gambaran keseluruhannya sudah ada. Mungkin cara pelaksanaannya saja,” ujar Jonatan.
Juara Asia 2024 itu menegaskan bahwa kekalahan yang dialaminya telah menjadi bahan evaluasi. Ia juga menyatakan telah berdiskusi dengan tim untuk menyiapkan pilihan respons di lapangan.
“Ya, sudah. Rencana A, Rencana B. Karena lawan yang awal kalah tiga kali, menghadapi Victor juga kalah dua kali. Secara otomatis, saya belajar dari kekalahan-kekalahan itu. Saya juga berdiskusi dengan tim segala macam,” kata Jonatan.
Catatan yang Membebani Jalur Undian
Jika skenario undian berjalan sesuai kemungkinan, Lin dapat menjadi lawan Jonatan pada babak 16 besar. Setelah itu, Victor Lai berpeluang menghadang di perempatfinal.
Lin menundukkan Jonatan dalam tiga pertemuan terakhir yang berlangsung di China Masters 2025, India Open 2026, dan All England 2026. Sementara itu, Lai mencatat dua kemenangan atas Jonatan sepanjang 2026.
| Calon Lawan | Ajang Pertemuan | Hasil untuk Jonatan |
|---|---|---|
| Lin Chun-Yi | China Masters 2025, India Open 2026, All England 2026 | Tiga kekalahan beruntun |
| Victor Lai | Indonesia Open dan China Open 2026 | Dua kekalahan |
Final Indonesia Open yang Terulang di China Open
Kekalahan pertama dari Lai pada 2026 terjadi di final Indonesia Open, 7 Juni. Jonatan menyerah 19-21, 8-21 dan gagal membawa pulang gelar dari pertandingan tersebut.
Lai kembali menghentikan Jonatan di perempatfinal China Open pada Juli. Dalam laga itu, Jonatan kalah 14-21, 17-21.
Catatan PBSI yang diberitakan sport.detik.com menunjukkan bahwa Lai menjadi salah satu lawan paling menekan bagi Jonatan pada musim 2026. Bersama Lin, pemain Kanada itu berpotensi membentuk jalur sulit sebelum Jonatan mencapai fase akhir.
Meski demikian, peluang pertemuan belum menjadi kepastian karena seluruh pemain harus menyelesaikan pertandingan awal masing-masing. Bagi Jonatan, langkah terdekat tetap menjaga kemenangan demi kemenangan sambil membawa hasil evaluasi ke lapangan.






