Tiga kali berhenti di perempatfinal membuat Jonatan Christie belum mampu mencatatkan podium di Kejuaraan Dunia Bulutangkis. Pada edisi 2026, ia membawa keinginan untuk mengubah catatan tersebut dengan target minimal satu medali.
Tantangan itu akan dijalaninya pada penampilan ketujuh di kejuaraan dunia. Bagi Jonatan, target medali lahir dari rasa penasaran setelah beberapa peluang sebelumnya tidak berakhir dengan keberhasilan.
“Bagi saya pribadi, karena saya masih penasaran dan belum pernah memenangkan medali. Karena hampir beberapa kali, tetapi tidak berhasil. Jadi harapannya minimal mendapat medali,” kata Jonatan Christie.
Pernyataan itu disampaikan Jonatan dalam keterangannya yang dikutip Detik Sport di Kelapa Gading, Jakarta Utara, Kamis (13/8/2026). Ia tidak menutupi keinginannya untuk akhirnya naik podium, tetapi juga tidak ingin target itu berubah menjadi tekanan.
Catatan di Kejuaraan Dunia
Perempatfinal masih menjadi pencapaian terbaik Jonatan sepanjang keikutsertaannya di Kejuaraan Dunia Bulutangkis. Tahap tersebut dicapainya dalam tiga edisi berbeda.
| Edisi | Hasil |
|---|---|
| 2019 | Perempatfinal |
| 2022 | Perempatfinal |
| 2025 | Perempatfinal |
Rangkaian hasil itu menjadi batas yang ingin dilampaui pemain tunggal putra Indonesia tersebut. Medali akan menjadi pencapaian baru sekaligus jawaban atas peluang yang belum dimaksimalkan pada penampilan terdahulu.
Jonatan datang ke turnamen dengan status sebagai juara All England 2024 dan pemain di jajaran tiga besar dunia. Meski demikian, ia menegaskan posisi tersebut tidak mengubah kebutuhan untuk menghadapi pertandingan secara bertahap.
Tidak Ingin Terjebak Ekspektasi
Jonatan memandang ekspektasi berlebihan justru dapat menjauhkan pemain dari fokus utama. Ia ingin menjaga target medali sebagai penanda arah tanpa mengabaikan proses yang harus dilalui di lapangan.
“Karena jika harapan dan keinginan terlalu besar, justru fokusnya bukan pada langkah pertama, langkah demi langkah. Jadi memang harus lebih diredam harapannya,” ujar Jonatan.
Ia menempatkan pertandingan pertama sebagai prioritas, sebelum memikirkan laga berikutnya. Pola pikir itu dinilainya penting agar setiap tahap turnamen bisa dijalani dengan perhatian penuh.
“Bukan untuk mengubur harapan, tetapi untuk mengetahui di mana tujuannya. Tapi untuk saat ini, pertahankan saja harapan itu. Fokusnya adalah pada pertandingan pertama, pertandingan kedua. Jadi, satu per satu,” ucapnya.
Faktor Lapangan dan Shuttlecock
Selain kesiapan teknik, Jonatan menyoroti unsur yang dapat berubah di arena pertandingan. Karakter lawan, kondisi lapangan, angin, dan shuttlecock perlu dibaca dengan cepat oleh pemain.
Adaptasi menjadi bagian penting dari upayanya mengejar hasil terbaik. Jonatan menilai pemain yang lebih cepat menyesuaikan diri mempunyai peluang lebih besar untuk tampil efektif.
“Jadi memang siapa yang beradaptasi lebih cepat, saya rasa itu yang bisa. Jadi fokusnya adalah untuk meningkatkan performa sesegera mungkin,” kata Jonatan.
Kejuaraan Dunia Bulutangkis 2026 menjadi kesempatan bagi Jonatan untuk mencoba melewati batas perempatfinal. Jalan menuju medali, menurut pendekatannya, harus dimulai dari fokus pada satu pertandingan sebelum beralih ke pertandingan berikutnya.






