John Stones memasuki Serie A dengan kesadaran bahwa persaingan di Italia akan menuntut penyesuaian besar. Bek berusia 32 tahun itu bergabung dengan Inter Milan setelah mengakhiri perjalanan 10 tahun bersama Manchester City.
Stones memandang langkah ini sebagai kesempatan menghadapi gaya sepak bola yang belum terbiasa baginya. Ia secara terbuka menyebut kepindahan tersebut sebagai keputusan untuk keluar dari zona nyaman.
“Saya sangat antusias menghadapi tantangan ini dan merasakan gaya sepak bola baru yang belum terbiasa bagi saya,” ujar Stones. “Saya telah keluar dari zona nyaman, jadi mari kita lihat apa yang akan terjadi.”
Pernyataan itu menunjukkan fokus Stones tidak hanya tertuju pada klub baru. Ia juga menaruh perhatian pada perubahan lingkungan kompetisi yang akan dihadapinya di Italia.
Serie A Menjadi Ujian Berikutnya
Menurut Stones, Serie A dihuni banyak tim kuat yang bersaing untuk posisi Liga Champions. Kondisi tersebut membuat Inter harus menghadapi kompetisi ketat dalam perebutan papan atas.
“Serie A adalah liga yang sengit; ada banyak tim kuat yang bersaing memperebutkan tempat di Liga Champions,” kata Stones, seperti dikabarkan Football Italia. Penilaiannya menggambarkan tantangan yang ia pahami sebelum memulai petualangan bersama Inter.
Di klub barunya, Stones akan bersaing untuk mendapatkan peran di lini belakang. Tuntutan itu hadir setelah ia lama bermain dalam lingkungan dan sistem yang telah dikenalnya di Manchester City.
Ia juga kembali satu tim dengan Manuel Akanji di Inter. Akanji merupakan mantan rekan Stones di Manchester City yang kini sama-sama membela klub Italia tersebut.
Akhir Periode Panjang di Etihad
Kepindahan Stones terjadi setelah kontraknya dengan Manchester City berakhir pada Juni lalu. Situasi itu menutup satu dekade kebersamaannya dengan klub berjuluk The Citizens tersebut.
Periode itu dipenuhi pencapaian besar bagi Stones. Ia meraih total 16 trofi selama membela Manchester City.
Musim 2022/2023 menjadi salah satu momen paling penting dalam perjalanan tersebut. Manchester City meraih treble pada musim itu dengan Stones sebagai bagian dari skuad.
Warisan prestasi itu membuat langkah ke Inter memiliki arti lebih luas daripada transfer biasa. Stones meninggalkan klub yang memberinya stabilitas dan pengalaman besar untuk menjalani fase karier yang berbeda.
Menanti Laga Pembuka
Inter dijadwalkan mengawali perjalanan Serie A dengan menjamu Monza. Sport.detik.com melaporkan laga tersebut akan digelar di Stadion Giuseppe Meazza pada 22 Agustus 2026.
Jadwal itu membuka tahap awal bagi Stones untuk merasakan kompetisi Italia bersama Inter. Ia akan menghadapi proses adaptasi terhadap rekan setim, karakter pertandingan, dan tuntutan permainan di Serie A.
Pengalaman panjang di Manchester City menjadi bekal penting bagi Stones. Namun, kepindahan ke Inter akan menguji kemampuannya menghadapi situasi baru setelah bertahun-tahun berada di Inggris.






