Jhon Duran mendapat kepercayaan bermain penuh ketika Benfica menghadapi Hearts di Skotlandia. Marco Silva menggunakan 90 menit tersebut untuk mempercepat adaptasi sang pemain, sekaligus menilai kedalaman kesiapan skuadnya.
Benfica memang lolos setelah bermain imbang 1-1 pada leg kedua kualifikasi ketiga Liga Europa. Akan tetapi, laga itu menghadirkan catatan penting karena Silva melihat beberapa pemain belum mampu menjaga kesiapan untuk tampil penuh.
Duran dinilai memerlukan pengalaman langsung dalam pertandingan untuk memahami pola permainan Benfica. Silva menekankan perlunya membangun hubungan permainan dengan pemain lain, baik ketika tim menguasai bola maupun saat kehilangan bola.
“Duran harus berkembang bersama pemain lain, memahami dinamika kami. Dengan bola dia tampil baik, tanpa bola dia mulai memahami apa yang kami inginkan,” kata Silva.
Pemain tersebut dimainkan selama 90 menit sebagai bagian dari upaya memperkuat kesiapan fisik dan aspek permainan lainnya. Benfica menjadikan pertandingan kualifikasi ini sebagai ruang untuk mempercepat proses penyesuaian Duran.
Eksperimen Besar di Tengah Misi Lolos
Selain memberi kesempatan kepada Duran, Silva melakukan tujuh perubahan pada tim utama Benfica. Rotasi besar itu bukan hanya untuk membagi menit bermain, melainkan juga mengukur kondisi kompetitif pemain yang tersedia.
Perubahan susunan membuat Benfica mencoba sejumlah pendekatan berbeda. Salah satunya adalah penggunaan empat bek di lini pertahanan untuk melihat respons pemain dalam kondisi pertandingan resmi.
| Bagian Tim | Langkah Marco Silva | Alasan Utama |
|---|---|---|
| Tim utama | Tujuh rotasi pemain | Mengukur kesiapan skuad |
| Jhon Duran | Tampil selama 90 menit | Mendorong adaptasi permainan |
| Pertahanan | Menggunakan empat bek | Menguji pilihan taktis |
Silva menyatakan beberapa gagasan yang diuji pada laga itu belum tentu diterapkan lagi sepanjang musim. Meski demikian, ia menganggap pengamatan terhadap pemain dalam pertandingan nyata tetap lebih penting daripada sekadar simulasi latihan.
“Ada banyak situasi malam ini yang ingin kami coba — mungkin empat bek di lini pertahanan tidak akan memainkan pertandingan lain musim ini. Namun penting untuk melihat para pemain bertanding,” ujarnya.
Penekanan Benfica Tidak Berjalan Sesuai Rencana
Catatan paling jelas terlihat setelah jeda pertandingan. Benfica tidak membuka babak kedua dengan cara yang diharapkan, terutama dalam menjalankan momen penekanan terhadap Hearts.
“Di babak kedua kami tidak berhasil. Kami tidak memulai seperti yang kami inginkan, kami telah membicarakan hal itu, tentang awal babak kedua,” kata Silva.
Kondisi tersebut menjadi bagian dari evaluasi setelah pergantian besar dalam komposisi tim. Silva melihat sejumlah pemain masih membutuhkan ritme lebih banyak sebelum dapat menjalani pertandingan dengan tuntutan penuh.
Hasil imbang tidak menghambat langkah Benfica ke fase berikutnya. Namun, performa di Skotlandia memberi gambaran bahwa kelolosan tidak serta-merta menutup pekerjaan rumah terkait kebugaran dan sinkronisasi skuad.
Kontinuitas Tidak Hanya Berlaku untuk Kiper
Silva juga menjawab pertanyaan mengenai pemilihan penjaga gawang. Ia menegaskan bahwa keputusan mengenai siapa yang bermain merupakan tanggung jawab pelatih, termasuk untuk posisi yang membutuhkan stabilitas seperti kiper.
Menurut Silva, kontinuitas pertandingan tidak hanya diperlukan penjaga gawang. Bek tengah dan penyerang juga membutuhkan ritme reguler agar dapat menjaga performa serta kesiapan kompetitifnya.
“Saya menempatkan pemain untuk bertanding karena saya memutuskan demikian. Penjaga gawang membutuhkan kontinuitas, tetapi bek tengah juga, dan saya mengambil keputusan yang saya anggap tepat,” ujar Silva.
Pelatih Benfica itu menyebut reaksi di bangku cadangan sebagai emosi sesaat dalam pertandingan. Setelah evaluasi di Skotlandia, Benfica akan menghadapi Casa Pia di kompetisi domestik dengan tuntutan untuk tetap menghormati setiap lawan.
“Tidak ada lawan yang mudah, kami harus menghormati diri kami sendiri sebagai Benfica dan juga lawan, saat ini tidak ada yang mudah,” kata Silva. Laga berikutnya akan kembali menguji apakah rotasi dan menit bermain tambahan sudah cukup meningkatkan kesiapan para pemain.






