Jonatan Christie memilih tetap tampil maksimal meski kalender 2026 dipenuhi turnamen besar yang berdekatan. Sikap itu menguat setelah ia menerima tawaran untuk membela Indonesia pada Asian Games 2026 di Aichi-Nagoya, Jepang.
Tunggal putra Indonesia tersebut menempatkan Asian Games sebagai salah satu target sejak awal tahun. Ajang itu akan berlangsung pada 19 September hingga 4 Oktober, tidak lama setelah Kejuaraan Dunia 2026 di India.
Jarak antarturnamen membuat pengelolaan tenaga menjadi bagian penting dari persiapan Jonatan. Namun, pemain yang disebut berada di peringkat tiga dunia itu menegaskan tidak akan menurunkan kesungguhan saat tampil dalam kompetisi yang dipilihnya.
“Saya tetap all out. Saya belajar dari Chou Tien Chen saja lah. Ke mana pokoknya sikat. Latihannya di pertandingan,” ujar Jonatan. Bagi dia, pertandingan juga menjadi ruang untuk menjaga ritme dan daya saing.
Rangkaian Turnamen yang Harus Dihadapi
Kejuaraan Dunia menjadi ujian besar terdekat sebelum Asian Games dimulai. Turnamen di India itu dijadwalkan berlangsung 17-23 Agustus, sementara Jonatan masih memiliki sejumlah target sepanjang musim.
| Kompetisi | Jadwal | Posisi dalam Agenda Jonatan |
|---|---|---|
| Kejuaraan Dunia 2026 | 17-23 Agustus, India | Turnamen besar sebelum Asian Games |
| Asian Games 2026 | 19 September-4 Oktober, Aichi-Nagoya | Salah satu sasaran utama tahun ini |
| China Masters | Belum dirinci | Masuk agenda BWF World Tour |
Selain tiga agenda tersebut, Jonatan juga menargetkan All England, Indonesia Open, dan BWF World Tour Finals. Sebagian jadwal lain disebut dapat dibagi ke turnamen grade 2 dan grade 3.
Strategi pembagian agenda itu diarahkan untuk mempertahankan kesiapan menghadapi turnamen prioritas. Asian Games menjadi salah satu titik penting karena cabang bulutangkis akan membuka pertandingan dengan nomor beregu sebelum sektor perorangan.
Tawaran PBSI dan Peluang di Aichi-Nagoya
Jonatan merupakan salah satu atlet non-pelatnas yang memperoleh tawaran dari PBSI untuk tampil pada Asian Games. Tawaran itu menandakan peluangnya untuk kembali masuk tim Indonesia tetap terbuka.
Sport.detik.com melaporkan Kepala Bidang Pembinaan dan Prestasi PBSI, Eng Hian, menyampaikan tawaran tersebut langsung kepada Jonatan. Komunikasi itu terjadi sekitar satu bulan sebelum Jonatan berbicara di Kelapa Gading, Jakarta Utara, pada Kamis (13/8/2026).
PBSI telah menetapkan kuota 20 atlet bulutangkis untuk Asian Games 2026. Meski demikian, daftar resmi pemain yang akan diberangkatkan belum diumumkan.
“Asian Games ini salah satu pertandingan besar juga kan. Selain Kejuaraan Dunia. Ini memang goals dari awal tahun. Jadi ya memang mau ikut,” kata Jonatan. Pernyataan itu mempertegas kesiapan sang pemain menerima kesempatan tersebut.
Memori 2018 Menghidupkan Ambisi
Aichi-Nagoya menawarkan kesempatan khusus bagi Jonatan untuk mengulang pencapaian pada Asian Games Jakarta-Palembang 2018. Saat itu, ia menjadi juara tunggal putra dan menyumbang medali emas bagi Indonesia.
Target baru itu datang setelah Jonatan mencatatkan hasil terbaiknya di Indonesia Open 2026. Ia mencapai final di Istora, tetapi kalah dari Victor Lai dan menutup turnamen sebagai runner-up.
Perjalanan menuju Asian Games tidak hanya ditentukan hasil dalam satu turnamen. Jonatan perlu menjaga kondisi fisik di tengah padatnya pertandingan agar mampu tampil kompetitif ketika Indonesia membutuhkan kekuatan terbaiknya.
Keputusan menerima tawaran PBSI menempatkan Asian Games sebagai bagian nyata dari peta musim Jonatan. Dengan pengalaman emas 2018 serta agenda yang telah disusun, ia kini bersiap menghadapi tantangan berikutnya di Jepang.






