Inter Mengunci Djed Spence hingga 2031, Jalan di Tottenham Kian Sempit

Kontrak hingga 2031 menjadi bagian utama dari kepindahan Djed Spence ke Inter Milan. Klub juara bertahan Serie A itu membayar 30 juta euro kepada Tottenham Hotspur untuk mendapatkan bek sayap timnas Inggris tersebut.

Nilai transfer yang disebut setara Rp619,9 miliar itu menandai langkah besar Inter dalam memperkuat area pertahanan. Spence datang saat peluangnya untuk memperoleh ruang bermain di Tottenham menghadapi persaingan yang semakin berat.

Persaingan tersebut meningkat setelah Pedro Porro memperpanjang kontrak pada Juni. Tottenham juga mendatangkan Andy Robertson dari Liverpool, yang menambah pilihan di lini pertahanan tim Roberto de Zerbi.

Perubahan komposisi skuad itu terjadi meski Spence tampil cukup rutin pada musim 2025-2026. Ia memainkan 44 pertandingan di semua kompetisi dan tetap menjadi bagian penting dalam perjalanan Tottenham pada musim tersebut.

Rekam Jejak Sebelum ke Milan

Spence bergabung dengan Tottenham dari Middlesbrough pada 2022 dengan nilai 12,5 juta poundsterling. Dalam periode bersama klub London utara itu, ia mencatatkan total 85 penampilan.

Ia juga menjadi bagian dari tim Tottenham yang meraih gelar Liga Europa 2024-2025. Pengalaman tersebut melengkapi riwayatnya sebelum menerima tawaran untuk pindah ke Italia.

Tahap KarierPeriodeDetail
Direkrut Tottenham2022Dari Middlesbrough, 12,5 juta poundsterling
Dipinjamkan ke Genoa2024Selama enam bulan
Direkrut InterBursa musim panas30 juta euro, kontrak hingga 2031

Pengalaman Spence di Italia juga tidak dimulai bersama Inter. Ia pernah menjalani masa peminjaman selama enam bulan di Genoa pada 2024, sehingga telah mengenal karakter kompetisi Serie A.

Faktor tersebut dapat membantu proses adaptasinya ketika kembali bermain di Italia. Inter mendapatkan pemain yang bukan hanya memiliki kemampuan bermain sebagai bek sayap, tetapi juga pernah merasakan atmosfer sepak bola Italia.

Performa Bersama Inggris

Di level internasional, Spence datang dengan catatan menonjol dari Piala Dunia 2026. Ia bermain penuh dalam delapan pertandingan dan membantu tim Inggris asuhan Thomas Tuchel menempati peringkat ketiga.

Penampilan itu memperlihatkan bahwa kepindahan ke Inter tidak semata-mata berkaitan dengan situasi persaingan di Tottenham. Spence membawa pengalaman terkini dari pertandingan internasional berintensitas tinggi.

Roberto de Zerbi sebelumnya sempat menyampaikan harapannya agar Spence tidak meninggalkan Tottenham. “Saya ingin meyakinkan Spence untuk tetap berada di klub,” ujar de Zerbi pada Juli lalu.

Namun, Spence memilih membuka babak baru setelah Inter mengajukan tawaran transfer. Kepindahan ini sekaligus memberi klub Italia tersebut tambahan opsi dengan profil pemain yang telah teruji di beberapa kompetisi.

Dalam pesan perpisahannya di media sosial, Spence mengenang masa bersama Tottenham sebagai pengalaman istimewa. BBC Sport mengutip pernyataannya, “Sebuah bab istimewa telah berakhir. Ini adalah perjalanan yang luar biasa, dengan banyak kenangan, momen, dan pengalaman yang akan selalu kubawa, terutama malam itu di Bilbao.”

Ia juga menyampaikan apresiasi kepada staf, rekan setim, serta pendukung Spurs. “Saatnya untuk babak baru sekarang, tetapi Spurs akan selalu memiliki tempat di hati saya,” lanjutnya.

Menurut bola.kompas.com, Spence merupakan pemain Inggris kedua yang direkrut Inter pada bursa musim panas ini. Sebelumnya, Inter mendatangkan John Stones setelah kontraknya dengan Manchester City berakhir.

Dengan kontrak panjang yang telah disepakati, Inter memberi Spence kesempatan membangun peran baru di Giuseppe Meazza. Sementara itu, Tottenham melepas pemain yang masih memiliki kontribusi nyata, tetapi menghadapi kompetisi posisi yang makin ketat.

Baca Juga