Hyundai Neira disiapkan dengan perpaduan yang tidak biasa di pasar kendaraan listrik keluarga, yakni tampilan SUV dan ruang kabin MPV tiga baris. Konfigurasi hingga tujuh penumpang menjadi alasan utama model ini diarahkan untuk kebutuhan mobilitas keluarga Indonesia.
Prototipe Neira menampilkan proporsi bodi yang gagah, namun tetap mengutamakan fungsi angkut penumpang. Bagian depan memakai lampu LED horizontal memanjang yang mempertegas identitas desain kendaraan listrik Hyundai.
Ruang Besar dalam Dimensi Menengah
Ukuran Neira mengarah pada kendaraan keluarga menengah dengan ruang yang ditopang jarak sumbu roda cukup panjang. Tata letak tersebut memungkinkan penempatan tiga baris kursi tanpa meninggalkan karakter bodi yang ringkas untuk penggunaan sehari-hari.
| Aspek | Informasi Hyundai Neira |
|---|---|
| Panjang | Sekitar 4.550 mm |
| Lebar | Sekitar 1.800 mm |
| Jarak sumbu roda | Sekitar 2.780 mm |
| Kapasitas penumpang | Hingga 7 penumpang |
Neira diproyeksikan memakai basis platform yang sama dengan Kia Carens EV atau Clavis EV. Platform itu ditujukan untuk kendaraan kompak hingga menengah dengan perhatian pada ruang kabin, kenyamanan, dan efisiensi produksi.
Salah satu detail pada prototipe adalah kehadiran ban serep. Kelengkapan ini dapat menjadi nilai fungsional bagi pengguna yang sering melakukan perjalanan ke luar kota.
Fitur Masih Mengacu pada Versi Konsep
Versi konsep memperlihatkan atap kaca panoramik, sistem hiburan digital, dan konektivitas pintar. Hyundai SmartSense juga disebut sebagai teknologi keselamatan aktif yang berpotensi dibawa oleh model produksi.
Hyundai belum menyampaikan kepastian fitur akhir yang akan tersedia saat Neira dipasarkan. Karena itu, seluruh kelengkapan pada kendaraan produksi masih menunggu keputusan perusahaan setelah pengembangan dan riset pasar selesai.
Informasi prototipe mengarah pada dua pilihan baterai, sekitar 42 kWh dan 51,4 kW. Jarak tempuhnya diperkirakan berada pada rentang 404 km hingga 490 km, bergantung varian dan standar pengujian.
| Komponen | Perkiraan Data Prototipe |
|---|---|
| Pilihan baterai | Sekitar 42 kWh dan 51,4 kW |
| Jarak tempuh | Sekitar 404 km hingga 490 km |
| Pengisian cepat DC | Hingga 100 kW |
| Pengisian 10-80 persen | Sekitar 39 menit |
Disiapkan untuk Diproduksi di Indonesia
Nilai penting Neira terletak pada rencana produksinya di fasilitas Hyundai Motor Manufacturing Indonesia di Cikarang, Jawa Barat. Hyundai menargetkan tingkat kandungan dalam negeri sekitar 80 persen untuk model ini.
Produksi lokal membuka peluang Neira memperoleh insentif pemerintah apabila target tersebut terealisasi. Baterai kendaraan ini juga diperkirakan akan menggunakan produksi dalam negeri dari Hyundai LG Indonesia.
Langkah itu memperlihatkan bahwa Hyundai memosisikan Neira sebagai bagian dari penguatan ekosistem kendaraan listrik nasional, bukan sekadar peluncuran model baru. Penggunaan komponen lokal berpotensi mendorong pengembangan rantai pasok di dalam negeri.
Neira pertama kali diperkenalkan sebagai prototipe pada GIIAS 2026, dengan nama yang terinspirasi dari Pulau Banda Neira di Maluku. Menurut palpos.disway.id, model ini berada dalam pengembangan akhir dan tahap riset pasar.
Produksi massal diperkirakan dimulai menjelang akhir 2026, sedangkan pemasaran diproyeksikan sekitar November 2026 atau pada penghujung tahun. Saat meluncur, Hyundai Neira akan masuk ke segmen mobil listrik keluarga yang juga telah diisi oleh BYD M6.






