Sundulan Brian Madjo ke gawang Paris Saint-Germain memberi bukti nyata tentang kekuatan utamanya di area penalti. Gol itu lahir ketika Aston Villa tertinggal dan membuat skor kembali imbang sebelum turun minum.
Aston Villa akhirnya kalah 1-2 dalam pertandingan Piala Super Eropa di Stadion Salzburg, Austria. Namun, aksi pemain berusia 17 tahun itu menjadi salah satu bagian paling menonjol dari laga melawan PSG.
Satu Gol yang Menunjukkan Karakter Madjo
PSG membuka keunggulan melalui Khvicha Kvaratskhelia pada menit ke-20. Madjo kemudian mencetak gol penyama kedudukan lewat sundulan menjelang jeda pertandingan.
Desire Doue mengembalikan keunggulan PSG pada menit ke-61. Aston Villa tidak berhasil membalikkan keadaan, tetapi gol Madjo menjadi gol pertama timnya dalam pertandingan tersebut.
Postur Madjo setinggi 193 sentimeter menjadi faktor penting dalam kemampuan duel udara tersebut. Tingginya bahkan melampaui Romelu Lukaku, penyerang Belgia yang dikenal memiliki kekuatan fisik, dengan selisih dua sentimeter.
| Perbandingan | Brian Madjo | Romelu Lukaku |
|---|---|---|
| Tinggi badan | 193 sentimeter | 191 sentimeter |
| Kemampuan yang diperhatikan | Penguasaan bola dan duel udara | Profil fisik kuat |
| Mobilitas | Dinilai sedikit lebih cepat | Menjadi tolok pembanding |
Penilaian dari Akademi Aston Villa
Direktur Akademi Aston Villa, Delvin Skenderovic, melihat lebih dari sekadar keunggulan tinggi badan pada Madjo. Ia menilai penyerang muda itu mempunyai kemampuan menahan serta menguasai bola, selain kuat ketika menghadapi bola atas.
“Saya pikir dia sangat mengingatkan saya pada Romelu Lukaku,” kata Skenderovic, seperti diberitakan TalkSport. Pernyataan itu mengarah pada kesamaan karakter permainan yang dimiliki kedua pemain.
Skenderovic menyebut Madjo mempunyai profil yang cukup mirip dengan Lukaku. “Saya rasa dia memiliki profil yang cukup mirip, di mana dia mampu menguasai bola, kuat dalam duel udara,” katanya.
Meski begitu, Skenderovic melihat satu kelebihan yang membuat Madjo berbeda. “Namun, saya hanya berpikir Brian akan sedikit lebih cepat daripada Lukaku,” tambahnya.
Perbandingan yang Tetap Perlu Proporsional
Nama Lukaku membawa catatan panjang di Premier League. Ia mencetak 121 gol dari 278 pertandingan setelah membela West Bromwich Albion, Chelsea, Manchester United, dan Everton.
Karena itu, perbandingan tersebut tidak berarti Madjo sudah berada pada level pencapaian yang sama. Fokus penilaian Skenderovic berada pada kombinasi atribut fisik dan gaya bermain yang mulai terlihat dari pemain Aston Villa tersebut.
Kecepatan yang disebut sebagai pembeda dapat melengkapi kekuatan fisik Madjo. Dengan tinggi badan, kemampuan duel udara, dan mobilitasnya, ia memiliki modal yang terlihat jelas ketika menghadapi PSG.
Penampilannya di Salzburg juga memperlihatkan bahwa Madjo mampu memberi pengaruh di pertandingan melawan lawan besar. Bagi Aston Villa, gol itu menjadi contoh penggunaan kualitas fisiknya di depan gawang.






