Gempa magnitudo 7,7 di Kabupaten Nagakeo, Nusa Tenggara Timur, meninggalkan kerusakan pada sedikitnya 346 rumah warga. Di saat yang sama, Badan Nasional Penanggulangan Bencana melaporkan jumlah korban meninggal sementara telah mencapai 47 orang hingga Sabtu pukul 18.48 WIB.
Bangunan yang terdampak tidak hanya berada di kawasan permukiman. Sekolah, fasilitas kesehatan, tempat ibadah, dan kantor juga tercatat mengalami kerusakan akibat guncangan.
Rincian Kerusakan Bangunan
Data hingga Sabtu pukul 17.00 WIB menunjukkan rumah rusak berat menjadi kategori terbanyak dalam pendataan. Jumlahnya mencapai 157 unit, disusul 148 rumah rusak ringan dan 41 rumah rusak sedang.
| Kategori Kerusakan | Jumlah |
|---|---|
| Rumah rusak berat | 157 unit |
| Rumah rusak sedang | 41 unit |
| Rumah rusak ringan | 148 unit |
| Fasilitas pendidikan | 87 unit |
| Fasilitas kesehatan | 18 unit |
| Tempat ibadah | 5 unit |
| Kantor | 6 unit |
Fasilitas pendidikan menjadi kelompok sarana umum dengan jumlah kerusakan terbanyak, yakni 87 unit. Selain itu, terdapat 18 fasilitas kesehatan, lima tempat ibadah, dan enam kantor yang masuk dalam pendataan sementara.
Korban Jiwa Terkonsentrasi di Manggarai
Korban meninggal akibat gempa tersebar di Manggarai, Manggarai Timur, Sikka, Ngada, dan Ende. Kabupaten Manggarai mencatat 24 korban meninggal, sementara Manggarai Timur melaporkan 17 orang.
Di Sikka terdapat tiga korban meninggal, sedangkan Ngada dan Ende masing-masing mencatat satu orang. BNPB menegaskan angka tersebut masih merupakan pembaruan sementara yang dihimpun pada Sabtu sore.
Penerbangan dan Jalan Ikut Mengalami Gangguan
Dampak gempa juga menjalar ke sektor transportasi udara. Kementerian Perhubungan mencatat Bandara Komodo, H. Hasan Aroeboesman, Umbu Mehang Kunda, Frans Sales Lega, dan Soa sebagai lima bandara yang terdampak.
Retakan dilaporkan muncul pada bangunan terminal, gedung administrasi, gedung PKP-PK, dan fasilitas pendukung di sejumlah lokasi. Bandara Soa di Bajawa mengalami kerusakan sedang pada landasan pacu, bangunan, serta sarana pendukungnya.
Direktur Jenderal Perhubungan Udara Kementerian Perhubungan Lukman F. Laisa menyebut layanan navigasi penerbangan terdampak di Labuan Bajo, Ende, Maumere, Bajawa, dan Ruteng. “Seluruh personel penyelenggara pelayanan navigasi penerbangan di lokasi yang terdampak dilaporkan dalam kondisi selamat,” ujarnya dalam keterangan resmi pada Sabtu.
Pada jalur darat, longsoran ditemukan di ruas Ruteng-Km 210 sebanyak tiga titik, ruas Km 210-Batas Kabupaten Manggarai satu titik, dan ruas Aegela-Batas Kota Ende delapan titik. Balai Pelaksanaan Jalan Nasional NTT telah menggerakkan loader dan excavator untuk menangani titik-titik tersebut.
Pengerahan alat berat dilakukan agar akses jalan di wilayah terdampak tetap dapat berfungsi. Pendataan dampak gempa masih berlangsung bersamaan dengan penanganan pada infrastruktur yang mengalami kerusakan.






