Juli 2026 menjadi bulan dengan penguatan serentak bagi industri sepeda motor Indonesia. Penjualan domestik menembus 636.030 unit, sementara ekspor motor utuh dan terurai juga mencatat kenaikan dibandingkan Juni.
Volume penjualan dalam negeri tersebut menjadi yang tertinggi sepanjang tujuh bulan pertama 2026. Pada saat yang sama, pertumbuhan ekspor CBU mencapai 31,36% dan menjadi kenaikan bulanan terbesar di antara tiga indikator utama.
Pengiriman ke Luar Negeri Menguat
Ekspor CBU naik dari 50.067 unit pada Juni menjadi 65.769 unit pada Juli. CBU merupakan pengiriman motor dalam kondisi utuh atau Completely Built Up.
Ekspor CKD meningkat dari 644.402 unit menjadi 742.315 unit dalam periode yang sama. CKD merujuk pada Completely Knock Down, yaitu pengiriman motor dalam bentuk terurai.
| Jenis Ekspor | Juni 2026 | Juli 2026 | Pertumbuhan |
|---|---|---|---|
| CBU | 50.067 unit | 65.769 unit | 31,36% |
| CKD | 644.402 unit | 742.315 unit | 15,19% |
Pertumbuhan CKD tercatat 15,19% secara bulanan. Kenaikan pada dua bentuk ekspor itu berlangsung beriringan dengan peningkatan permintaan motor di dalam negeri.
Menurut data AISI, penjualan domestik naik dari 515.136 unit pada Juni menjadi 636.030 unit pada Juli. Kenaikan tersebut setara 23,47% dalam satu bulan.
Juli Mengungguli Seluruh Bulan Sebelumnya
Angka Juli melampaui capaian Februari yang mencapai 587.354 unit. Sebelumnya, Februari merupakan bulan dengan volume penjualan tertinggi dalam rentang Januari hingga Juni 2026.
Akumulasi penjualan motor domestik sepanjang Januari sampai Juli telah mencapai 3.765.617 unit. Perjalanan pasar selama periode itu tidak berlangsung stabil karena terdapat beberapa kali kenaikan dan penurunan bulanan.
| Bulan | Penjualan Motor |
|---|---|
| Januari | 577.763 unit |
| Februari | 587.354 unit |
| Maret | 448.974 unit |
| April | 520.972 unit |
| Mei | 479.388 unit |
| Juni | 515.136 unit |
| Juli | 636.030 unit |
Pasar dimulai dengan penjualan 577.763 unit pada Januari dan naik tipis pada Februari. Penjualan kemudian turun ke 448.974 unit pada Maret, yang menjadi titik terendah dalam tujuh bulan pertama.
Setelah itu, volume pulih menjadi 520.972 unit pada April sebelum kembali turun ke 479.388 unit pada Mei. Penjualan bergerak naik lagi pada Juni dan akhirnya mencapai puncaknya pada Juli.
Pertumbuhan Tahunan Tetap Terjaga
Rekor Juli juga lebih tinggi dibandingkan capaian pada bulan yang sama tahun sebelumnya. Penjualan Juli 2026 tumbuh 8,34% dari 587.048 unit pada Juli 2025 menjadi 636.030 unit.
Perbandingan tahunan pada Juni juga menunjukkan kenaikan, meski lebih terbatas. Penjualan Juni 2026 sebesar 515.136 unit naik 1,14% dibandingkan 509.326 unit pada Juni 2025.
AISI tidak lagi menampilkan data penjualan secara terperinci berdasarkan model dan segmen. Kondisi itu membuat kontribusi setiap jenis motor terhadap lonjakan Juli belum dapat dihitung dari data yang tersedia.
Skutik masih dikenal sebagai segmen dominan di pasar sepeda motor nasional. Segmen ini berada di atas motor sport dan bebek, walaupun tidak ada angka penjualan segmen yang dipublikasikan dalam data terbaru.
Penguatan penjualan dan ekspor pada Juli memperlihatkan besarnya aktivitas industri sepeda motor pada periode tersebut. Namun, data yang tersedia belum merinci model maupun segmen yang menopang kenaikan volume tersebut.






