Dua gol Al Faisaly dalam lima menit pada babak kedua menjadi catatan yang paling mengusik Simone Inzaghi setelah Al Hilal menang 4-2. Pelatih itu menilai penurunan level permainan tidak boleh tertutupi oleh tiga poin yang diraih pada laga perdana Liga Roshn.
Al Hilal sebelumnya membangun keunggulan 3-0 pada babak pertama di Stadion Kingdom Arena, Riyadh, pada Jumat malam. Akan tetapi, dua gol tim tamu setelah jeda membuat pertandingan yang semula terkendali berubah menjadi lebih menekan.
Kemenangan Tidak Menghapus Pekerjaan Rumah
Inzaghi melihat perubahan penampilan timnya sebagai pekerjaan yang harus segera diperbaiki oleh staf pelatih. Ia ingin Al Hilal mampu mempertahankan standar permainan dari awal hingga akhir pertandingan.
“Pada babak kedua terjadi penurunan level, dan hal ini yang kami rasakan sebagai tim pelatih, tetapi kami selalu bekerja untuk membahagiakan para suporter kami,” ujar Inzaghi. Ia menempatkan stabilitas permainan sebagai perhatian utama setelah pertandingan pembuka tersebut.
Al Hilal memang masih menambah satu gol pada babak kedua untuk menutup laga dengan kemenangan 4-2. Namun, kebobolan dua kali dalam waktu singkat menunjukkan bahwa dominasi pada paruh awal tidak sepenuhnya berlanjut selepas istirahat.
| Fase | Gol Al Hilal | Gol Al Faisaly | Gambaran Laga |
|---|---|---|---|
| Babak pertama | 3 | 0 | Al Hilal mengendalikan permainan |
| Babak kedua | 1 | 2 | Al Faisaly mencetak dua gol dalam lima menit |
| Akhir laga | 4 | 2 | Al Hilal meraih tiga poin |
Babak Pertama Menjadi Standar yang Diinginkan
Menurut Inzaghi, permainan Al Hilal pada babak pertama memperlihatkan kualitas yang diharapkan dari timnya. Masalah muncul ketika sebagian pemain mengalami penurunan kontribusi pada paruh kedua.
“Pada babak pertama kami bermain dengan sangat baik, dan pada babak kedua terjadi penurunan kontribusi dari sebagian pemain, tetapi kami bisa memperbaiki hal itu,” kata Inzaghi. Pengakuan itu menggarisbawahi bahwa kemenangan atas Al Faisaly belum dianggap sebagai penampilan ideal.
Keunggulan tiga gol sempat memberi Al Hilal posisi yang sangat nyaman dalam pertandingan. Respons Al Faisaly kemudian menegaskan perlunya pengelolaan laga yang lebih baik saat tim memiliki keunggulan besar.
Theo Hernandez Belum Masuk Pilihan
Inzaghi juga menerangkan alasan Theo Hernandez belum menjalani debut bersama Al Hilal. Pemain bertahan tersebut bergabung terlambat dan belum memiliki cukup sesi latihan dengan skuad.
“Theo Hernandez bergabung dengan skuad terlambat, dan belum menjalani jumlah latihan yang cukup, dalam waktu dekat kita akan melihatnya bermain bersama tim,” tutur Inzaghi. Sang pelatih memberi sinyal bahwa Theo Hernandez dapat tampil setelah kondisi persiapannya memenuhi kebutuhan tim.
Perhatian lain tertuju pada Malcom yang dikaitkan dengan Al-Diriyah. Inzaghi menilai Malcom tampil baik, tetapi menolak masuk ke pembahasan mengenai kemungkinan transfer pemain tersebut.
“Malcom tampil sangat baik, dan ia harus terus menampilkan level ini. Saya tidak ingin berbicara tentang bursa transfer, karena itu adalah urusan khusus manajemen olahraga,” tegasnya. Ia memisahkan urusan performa di lapangan dari kewenangan manajemen olahraga.
Benzema dan Rencana untuk Pemain Muda
Inzaghi menyebut percakapannya dengan Karim Benzema saat penyerang itu digantikan pada menit ke-70 sebagai interaksi biasa. Pembicaraan tersebut mencakup candaan dan pembahasan pertandingan, tanpa dianggap sebagai persoalan khusus.
Benzema, menurut Inzaghi, selalu berupaya hadir dalam fase ofensif sebagai seorang penyerang. Pelatih Al Hilal itu juga menaruh perhatian terhadap kesempatan bagi pemain muda di dalam skuad.
Sabri Dahl disebut akan memperoleh peluang pada masa depan bersama pemain muda lainnya. Dengan skuad yang memiliki banyak pemain berkualitas, Inzaghi menghadapi tugas menyeimbangkan kebutuhan hasil langsung dan pengembangan pemain.






