Dua Anak Masih Hidup di Bawah Reruntuhan, Cali Perketat Evakuasi Gempa

Samuel dan Sara masih menunjukkan tanda-tanda kehidupan di bawah reruntuhan bangunan di Cali setelah gempa magnitudo 7,4 mengguncang wilayah barat Kolombia. Posisi keduanya disebut berada di bagian paling sulit dijangkau dari lokasi runtuhnya Apartemen Vanessa.

Petugas kini berpacu dengan waktu untuk menyelamatkan 17 anak yang dilaporkan terjebak setelah bangunan tujuh lantai itu menimpa tempat penitipan anak di sebelahnya. Proses pencarian dilakukan perlahan karena struktur sisa bangunan berpotensi kembali ambruk.

Keheningan Menjadi Bagian dari Pencarian

Ratusan sukarelawan memindahkan pecahan beton dengan membentuk rantai manusia di sekitar lokasi. Setiap kali terdengar dugaan suara dari bawah puing, petugas meminta semua orang berhenti dan diam dengan mengangkat kepalan tangan.

Maximiliano Herrera, koordinator sukarelawan lokal, menyebut area tempat Samuel dan Sara berada sangat sulit dimasuki. Ia mengatakan kedua anak itu berada “di sudut yang paling tidak terjangkau dari seluruh lokasi.”

Kerja penyelamatan berlangsung hingga malam dengan dukungan warga dan relawan yang bertahan di sekitar reruntuhan. Cristian Nieves, salah seorang sukarelawan, mengatakan, “Kami belum berhenti. Kami telah melakukan ini sepanjang malam.”

Namun, tidak semua warga mampu terus membantu di tengah trauma akibat kehancuran lingkungan mereka. Valencia mengaku menghentikan bantuan setelah melihat rekaman dari apartemen temannya di Gedung Vanessa.

“Saya membantu, tetapi saya tidak bisa melanjutkan. Percayalah, hati saya tidak sanggup menahannya,” kata Valencia. Sebagian keluarga tetap menunggu di sekitar puing-puing untuk memperoleh kabar tentang kerabat yang belum ditemukan.

Militerisasi Diberlakukan di Cali

Pemerintah kota memberlakukan status militerisasi dan jam malam mulai pukul 20.00 hingga 06.00. Wali Kota Cali Alejandro Eder menyatakan langkah itu diperlukan untuk mengamankan area terdampak serta melancarkan pergerakan tim medis dan evakuasi korban gempa.

Warga juga menghadapi ancaman penjarahan di kawasan yang dikenal memiliki tingkat kriminalitas tinggi. Kekhawatiran tersebut mendorong beberapa orang nekat memasuki bangunan retak untuk menyelamatkan harta benda mereka.

Peralatan berat, termasuk ekskavator dan derek, tiba melalui hibah perusahaan konstruksi swasta. Pemadam kebakaran dari Bogota dan Medellin turut dikerahkan untuk membantu membuka jalur menuju titik-titik pencarian.

LokasiLaporan UtamaPenanganan
CaliRuntuhan Apartemen Vanessa menimpa tempat penitipan anakPencarian 17 anak, jam malam, dan pengerahan alat berat
PereiraKerusakan dan korban jiwa besarRibuan rumah serta bangunan permukiman terdampak
BuenaventuraKeluhan atas bantuan yang lambatWarga menilai logistik terkonsentrasi di kota besar

Dampak Gempa Meluas di Kolombia Barat

Gempa terjadi pada Senin pukul 07.34 waktu setempat dan menewaskan sedikitnya 254 orang per 12 Agustus 2026. Kerusakan terbesar dilaporkan terkonsentrasi di Pereira dan Cali, dengan ribuan rumah hancur serta belasan gedung permukiman runtuh.

Presiden Abelardo de la Espriella menjanjikan dukungan penuh bagi wilayah terdampak. Bencana tersebut menjadi ujian awal kepemimpinannya setelah ia baru dilantik beberapa hari sebelum gempa.

Ia telah mengunjungi Cali dan Quibdo untuk melihat dampak bencana. Sementara itu, Herrera menilai kendala utama di lapangan adalah koordinasi, bukan semata jumlah bantuan yang tersedia.

“Ini bukan kurangnya dukungan. Ini adalah kurangnya organisasi,” ujar Herrera, seperti dikutip Suara.com. Di Buenaventura, seorang warga berusia 42 tahun menyebut bantuan lebih banyak terpusat di Manizales, Armenia, dan Bogota yang dinilainya hampir tidak terdampak.

Mahasiswa jurnalistik asal Cali, Luis Saenz, menggambarkan guncangan sebagai peristiwa yang terasa tidak berakhir. Kepada Al Jazeera, ia mengatakan warga tetap berusaha bertahan meski kelelahan menghadapi situasi tersebut.

Wilayah barat Kolombia berada di jalur tektonik aktif yang melintasi zona patahan Pasifik. Kondisi geografis itu memperbesar risiko gempa, terutama bagi kawasan padat seperti Cali.

Baca Juga