Paris Saint-Germain menorehkan catatan baru dengan mempertahankan gelar Piala Super Eropa untuk dua musim beruntun. Kemenangan 2-1 atas Aston Villa pada edisi 2026 menjadikan PSG klub pertama yang melakukannya sejak Real Madrid pada 2017.
Desire Doue menjadi pusat kemenangan tersebut melalui satu gol dan satu assist di Salzburg. Penyerang berusia 21 tahun itu juga dinobatkan sebagai Pemain Terbaik Piala Super Eropa 2026.
Pencapaian PSG menempatkannya sebagai tim keempat dalam sejarah kompetisi yang mampu mempertahankan gelar. Hasil ini memperlihatkan bahwa tim Paris tetap efektif dalam pertandingan perebutan trofi Eropa.
Penghargaan Beruntun untuk Pemain PSG
Gelar individu Doue membuat pemain PSG kembali menguasai penghargaan Pemain Terbaik dalam dua edisi terakhir. Ousmane Dembele menjadi penerima penghargaan yang sama pada Piala Super Eropa 2025.
Dembele membantu PSG menang atas Tottenham Hotspur dengan satu assist dan satu gol melalui adu penalti. Setahun kemudian, Doue memberikan kontribusi langsung dengan pola yang hampir serupa dalam kemenangan atas Aston Villa.
| Tahun | Pemain Terbaik | Klub |
|---|---|---|
| 2026 | Desire Doue | Paris Saint-Germain |
| 2025 | Ousmane Dembele | Paris Saint-Germain |
| 2024 | Jude Bellingham | Real Madrid |
| 2023 | Cole Palmer | Manchester City |
| 2022 | Casemiro | Real Madrid |
Kelompok Pengamat Teknis UEFA menilai peran Doue melampaui statistik dasar. UEFA menyoroti operan kunci dan kontribusi ofensifnya yang berpengaruh terhadap arah permainan PSG.
Dalam penilaiannya, UEFA menyatakan Doue “mencetak gol dan memberikan assist”. Kontribusi serangnya dinilai menjadi faktor penting bagi Paris sepanjang pertandingan.
Serangan Cepat Membuka Jalan
PSG membuka skor pada menit ke-20 melalui Khvicha Kvaratskhelia. Gol itu lahir sesudah Madjo kehilangan bola dan PSG segera melancarkan serangan cepat.
Doue menerima bola dalam situasi tersebut sebelum mengirim umpan kepada Kvaratskhelia. Rekannya kemudian menembak keras ke tiang dekat dan mengalahkan kiper Aston Villa, Marco Bizot.
Sebelum assist itu tercipta, Doue lebih dulu memperoleh peluang melalui tembakan yang ditepis Bizot. PSG baru benar-benar memecah kebuntuan 12 detik setelah peluang tersebut.
Aston Villa membalas menjelang turun minum melalui Brian Madjo. Pemain 17 tahun itu mencetak gol pada menit ke-45 setelah menerima umpan silang John McGinn.
Madjo memenangkan duel dengan Willian Pacho lalu menyelesaikan peluang dari posisi terjatuh. Sentuhannya mengarah ke bagian atas gawang Matvey Safonov dan membuat kedudukan menjadi 1-1.
VAR Menguatkan Gol Penentu
PSG kembali memimpin pada menit ke-61 saat Doue mengirim tembakan kaki kiri melengkung ke tiang jauh. Gol itu sempat tidak dihitung sebelum VAR memeriksa posisi penyerang tersebut.
VAR kemudian memastikan Matty Cash membuat Doue tidak berada dalam posisi offside. PSG mempertahankan skor 2-1 hingga akhir laga, meski Villa masih sempat mengancam melalui tembakan McGinn yang diamankan Safonov.
Menurut Kompas.com, Doue memberi pengaruh besar pada dua momen krusial pertandingan. Peran itu mengantarkan PSG mempertahankan trofi sekaligus melanjutkan rentetan penghargaan individu pemainnya.






