Paris Saint-Germain gagal mengubah penguasaan permainan menjadi trofi saat takluk 0-1 dari RC Lens di Trophée des Champions. Florian Thauvin menjadi pembeda di Stadion Bollaert-Delelis, ketika peluang PSG tidak satu pun berbuah gol.
Hasil itu datang hanya beberapa hari setelah PSG merebut Supercup Eropa. Luis Enrique menilai penampilan timnya tidak sejalan dengan skor akhir, terutama karena anak asuhnya mengendalikan ritme laga pada babak pertama.
“Kami tidak menyelesaikan peluang yang kami miliki di lini serang,” kata Luis Enrique. Ia menyebut ritme dan situasi pertandingan sangat positif bagi PSG, serta menyatakan puas dengan permainan timnya sebelum jeda.
PSG sempat berada dalam posisi lebih menguntungkan karena memiliki keunggulan jumlah pemain. Kendati demikian, kondisi tersebut tidak cukup untuk menembus pertahanan Lens dan mengejar gol Thauvin.
Peluang Jelas Tidak Berujung Gol
Luis Enrique menyoroti dua kesempatan pada paruh kedua yang melibatkan Ousmane Dembélé dan Nuno Mendes. Kedua peluang itu disebut sangat jelas, tetapi PSG tidak mampu menggunakannya untuk menyamakan kedudukan atau berbalik unggul.
Menurut Luis Enrique, Lens menciptakan peluang lebih sedikit dibandingkan pertemuan kedua tim pada musim lalu. Namun, efektivitas tuan rumah membuat PSG pulang tanpa tambahan trofi.
“Ketika saya mengingat pertandingan melawan Lens tahun lalu, mereka menciptakan lebih sedikit peluang malam ini,” ujar Luis Enrique. Pelatih asal Spanyol itu mengatakan dirinya senang dengan banyak aspek permainan PSG, tetapi tidak dengan hasil akhirnya.
Ia tidak melihat Lens memiliki keunggulan teknis atas PSG dalam pertandingan tersebut. Meski begitu, Luis Enrique tetap memberikan apresiasi kepada Lens yang mampu menjaga intensitas permainan sepanjang laga.
“Kami adalah tim yang lebih terbiasa dengan laga-laga seperti ini dengan atmosfer luar biasa dan kami mengendalikan permainan,” kata Luis Enrique. Ia kemudian menegaskan kenyataan yang harus diterima PSG, yakni kekalahan pada malam itu.
| Aspek | PSG | RC Lens |
|---|---|---|
| Hasil pertandingan | Kalah 0-1 | Menang 1-0 |
| Gol | Tidak mencetak gol | Florian Thauvin |
| Kondisi laga | Sempat unggul jumlah pemain | Bermain di Stadion Bollaert-Delelis |
Protes Hakimi terhadap Venue Final
Di luar persoalan penyelesaian akhir, Achraf Hakimi mempertanyakan pemilihan Stadion Bollaert-Delelis sebagai tempat pertandingan. Stadion tersebut merupakan kandang RC Lens, sehingga ia menilai final tidak berlangsung dalam kondisi netral.
Hakimi menyebut PSG harus tampil tanpa dukungan suporternya sendiri di tengah atmosfer yang kuat memihak Lens. Pemain Maroko itu menekankan bahwa catatan tersebut bukan pembenaran atas kekalahan.
“Kami telah memberikan segalanya untuk menang, kami sepenuhnya mendominasi jalannya pertandingan, tetapi ada keadaan di luar kendali kami,” kata Hakimi. Ia merasa pertandingan itu lebih menyerupai laga Ligue 1 di kandang Lens daripada sebuah final yang mempertemukan dua tim dalam posisi setara.
“Kami seharusnya bermain dalam kondisi yang sama,” ujar Hakimi. Ia juga mengungkap jadwal PSG cukup padat setelah pertandingan Supercup Eropa melawan Aston Villa pada hari Rabu.
Sejumlah pemain, menurut Hakimi, melewatkan latihan atau datang terlambat setelah jadwal tersebut. Karena itu, ia menilai skuad memerlukan masa pemulihan yang lebih layak.
Fokus Beralih ke Rennes
Ferran Torres dan Mika Godts belum tampil bersama PSG dalam pertandingan melawan Lens. Luis Enrique memilih menunda debut keduanya agar mereka dapat menjalani sesi latihan tambahan sebelum Ligue 1 dimulai.
Torres datang dari Barcelona dengan transfer senilai 50 juta euro dan kontrak hingga 2031. Penyerang nomor 9 tersebut menyebut Luis Enrique sebagai sosok yang sangat memberinya kepercayaan di dunia sepak bola.
Luis Enrique memandang rekrutan barunya itu memiliki kualitas internasional serta kemampuan bermain di beberapa posisi lini serang. PSG akan membuka perjalanan Ligue 1 dengan menghadapi Rennes pada 23 Agustus 2026.






