Busana hingga Topeng Desainer Indonesia Iringi Fase Baru eaJ Lewat “feel myself”

Busana, bros, dan topeng karya RM Radinindra Nayaka hadir sepanjang video musik “feel myself” milik eaJ. Kehadiran karya desainer Indonesia tersebut menjadi penanda visual bagi babak baru perjalanan solo sang musisi.

Single ini dirilis melalui Position Music dan diproduseri Kyle Reith. Di balik kemasan musik serta visualnya, “feel myself” membawa cerita eaJ tentang pergulatan menuju kedewasaan dan usaha menemukan kembali pijakan dirinya.

Dari Mode ke Refleksi Diri

Penampilan eaJ dalam video musik tidak dipisahkan dari gagasan lagu yang bersifat personal. Karya RM Radinindra Nayaka membentuk lapisan visual untuk nuansa reflektif yang dibawa melalui “feel myself”.

Menurut Medcom.id, eaJ menulis lagu ini dari pengalaman setahun terakhir ketika ia menghadapi ketidakpastian dan kekacauan. Proses itu membuatnya berupaya kembali membumi sembari membangun rasa percaya diri.

“Aku menulis lagu ini tentang pergulatanku dengan kedewasaan setahun terakhir ini dan perjalanan perlahan menuju kewarasan,” ujar eaJ. Kutipan tersebut menjelaskan inti emosional dari lagu yang mengarah pada proses menata ulang perspektif pribadi.

Kolaborasi dengan desainer Indonesia membuat cerita itu tampil dalam bentuk yang lebih luas daripada audio semata. Penggunaan aksesori dan topeng dalam video musik menempatkan mode sebagai bagian dari narasi comeback eaJ.

Musik yang Bergerak Cepat

“feel myself” dimulai dengan ritme shuffle dinamis yang memakai pola stop-and-go. Bagian bass terdengar hangat dan menopang perubahan tempo sebelum vokal eaJ mengambil ruang utama.

Vokal cepat tersebut kemudian bertemu dengan synthesizer berdistorsi. Susunan musiknya perlahan membangun ketegangan menuju pre-chorus dengan seruan, “Yeah, it’s good to be back.”

Chorus lagu dirancang agar pendengar mudah mengikuti alurnya. Karakter itu memperlihatkan perpaduan eksplorasi alternatif dan hook pop yang tetap menonjol dalam penulisan musik eaJ.

Perjalanan Setelah “Crash Crash”

Karier solo eaJ dimulai melalui “Crash Crash” pada 2022, yang telah mencatat 31 juta stream. Sejak itu, Jae Park mengembangkan katalog yang personal, jujur, dan emosional.

RilisanTahun
laughing in insomnia2023
smiling in insomnia2023
medicated insomnia2023
when the rain stopped following me2024
12025

Karya-karya eaJ secara keseluruhan telah menghasilkan ratusan juta stream. Ia juga pernah berkolaborasi dengan MAX, Rich Brian, Hindia, keshi, MICO, dan Seori.

Pada 2024, eaJ menjadi musisi pembuka di sejumlah pertunjukan tur dunia Imagine Dragons. Ia juga merilis “right where you left me” bersama Hindia pada tahun yang sama.

Lagu kolaborasi itu dibawakan langsung oleh keduanya dalam konser solo perdana eaJ di Indonesia. Pertunjukan when the rain stopped following me digelar di Bengkel Space, Jakarta, pada September 2024.

Dari Day6 hingga Panggung Asia

eaJ lahir di Buenos Aires, Argentina, dan tumbuh besar di Cerritos, Los Angeles. Setelah dikenal lewat YouTube, ia menjadi vokalis serta gitaris utama Day6 sebelum meneruskan karier sebagai solois.

Pada Juli 2025, ia tampil sebagai headliner Prambanan Jazz Festival. Ia juga menjalankan the 1/9 tour ke lima kota Asia, termasuk Jakarta pada November 2025, lalu menjadi bintang tamu Spotify Wrapped Live Indonesia pada Desember 2025.

eaJ turut menjalankan proyek From Friends untuk mendukung The Jed Foundation. Organisasi tersebut bergerak di bidang kesehatan emosional remaja dan pencegahan bunuh diri, sedangkan “feel myself” kini tersedia melalui layanan musik digital.

Baca Juga