Pengalaman menjalani pertandingan internasional selama 90 menit menjadi tantangan besar bagi sebagian besar pemain Putri Nusantara. Pelatih Takumi Taniguchi menyebut situasi tersebut turut menjelaskan beratnya laga yang berakhir dengan kekalahan 0-2 dari Tailan.
Meski belum meraih hasil sesuai harapan, Taniguchi tidak melihat timnya kehilangan kepercayaan diri. Ia menegaskan kekalahan itu harus menjadi bagian dari proses perkembangan skuad U-16 Putri Nusantara.
“Bagi sebagian besar pemain, ini merupakan pengalaman pertama mereka di level seperti ini, pertandingan 90 menit. Mungkin itu sangat berat bagi sebagian dari mereka,” ujar Taniguchi.
Belajar dari Tekanan Tailan
Putri Nusantara menghadapi Tailan di Supersoccer Arena, Kudus, Jawa Tengah, pada Sabtu (15/8). Dalam pertandingan tersebut, skuad muda Indonesia harus mengakui keunggulan lawan dengan skor 0-2.
Taniguchi menilai Tailan sebagai salah satu tim besar di Asia. Karena itu, tekanan yang dihadapi para pemain menjadi pengalaman penting untuk membiasakan diri dengan lingkungan pertandingan internasional.
Pelatih asal Jepang itu tetap menemukan sisi positif dalam cara timnya bertahan. Ia menyoroti kerja keras pemain ketika meredam serangan lawan sepanjang pertandingan.
“Para pemain bekerja sangat keras dalam pertahanan, terutama dalam bertahan. Mereka benar-benar bekerja keras untuk itu,” kata Taniguchi.
Hasil pertandingan memang menempatkan Putri Nusantara pada situasi yang menuntut respons cepat di Grup B Srikandi Merdeka Cup 2026. Tim masih memiliki kesempatan memperbaiki penampilan pada laga berikutnya melawan Singapura.
| Laga | Waktu | Tempat |
|---|---|---|
| Putri Nusantara vs Tailan | Sabtu (15/8), kalah 0-2 | Supersoccer Arena, Kudus |
| Putri Nusantara vs Singapura | Senin (17/8), 15.00 WIB | Supersoccer Arena, Kudus |
Menjaga Keyakinan untuk Laga Berikutnya
Menurut Taniguchi, wajah para pemain dan staf setelah laga menunjukkan bahwa keyakinan itu belum luntur. Ia menilai kondisi mental tersebut menjadi modal untuk menghadapi jadwal selanjutnya.
“Ketika saya melihat wajah mereka, mereka masih memiliki kepercayaan diri. Para staf dan semua pemain juga masih memiliki kepercayaan diri,” tutur Taniguchi.
Pertandingan kontra Singapura akan kembali digelar di Supersoccer Arena pada Senin (17/8) pukul 15.00 WIB. Laga ini memberi kesempatan bagi para pemain untuk menerapkan pelajaran dari duel pertama mereka di turnamen.
Media Indonesia melaporkan beberapa pemain mengalami cedera, sehingga tim pelatih perlu mencermati kondisi skuad. Faktor ketersediaan pemain akan berpengaruh dalam penyusunan pendekatan menghadapi Singapura.
Taniguchi belum membeberkan perubahan taktik yang akan dilakukan. Ia menyatakan perlu memikirkan kembali pengaturan pertandingan berdasarkan situasi terkini tim.
“Tentu saja saya harus duduk dan memikirkan bagaimana kami mengatur pertandingan berikutnya. Saya akan kembali lagi,” katanya.
Perbaikan Menyeluruh
Evaluasi Putri Nusantara tidak hanya diarahkan pada strategi permainan. Taniguchi menekankan perlunya peningkatan pada aspek fisik, mental, dan kesiapan seluruh tim.
“Semua harus kami tingkatkan. Semuanya akan kami perbaiki, lalu kami akan mencoba lagi pada pertandingan berikutnya,” ujar Taniguchi.
Melawan Singapura, Putri Nusantara membawa kebutuhan untuk bangkit sekaligus menambah jam terbang pemain. Pengalaman dari 90 menit menghadapi Tailan menjadi bekal penting dalam upaya membangun kesiapan tim di level internasional.






