Dealer Neta Sejumlah Tutup, Layanan Purnajual Dialihkan ke Otoklix dan Anma Mobil

Sejumlah dealer Neta dilaporkan telah tutup, sehingga jalur layanan purnajual resmi mengalami penyesuaian. Neta kini mengarahkan layanan melalui Otoklix untuk seluruh kota di Indonesia dan Anma Mobil di Cipondoh, Tangerang.

Perubahan ini penting bagi pemilik kendaraan karena jaringan dealer merupakan salah satu titik akses untuk kebutuhan perawatan dan penanganan purnajual. Neta belum menginformasikan jumlah dealer yang masih tersisa dalam jaringan resminya.

Akses Layanan yang Tersedia

Otoklix disebut melayani konsumen di semua kota di Indonesia. Sementara itu, Anma Mobil berlokasi di Jalan KH Hasyim Ashari Nomor 44, Cipondoh, Tangerang.

Neta menyatakan outlet layanan lain akan terus ditambahkan pada masa mendatang. Perusahaan juga menyampaikan permintaan maaf atas ketidaknyamanan yang mungkin timbul bagi sebagian pemilik mobil.

Saluran LayananWilayah atau Alamat
OtoklixSemua kota di Indonesia
Anma MobilJl KH Hasyim Ashari Nomor 44, Cipondoh, Tangerang
Outlet tambahanAkan terus bertambah

Selain akses layanan, Neta menyebut stok suku cadang dinilai cukup dan tidak akan disesuaikan. Perusahaan juga menyatakan akan memenuhi seluruh kebijakan garansi yang masih berlaku bagi pemilik mobilnya.

Komitmen tersebut disampaikan di tengah perubahan kondisi jaringan dealer. CNN Indonesia melaporkan beberapa dealer yang tutup telah berganti dengan merek lain.

Perakitan Lokal Belum Berjalan

Di sisi lain, kegiatan perakitan Neta di fasilitas PT Handal Indonesia Motor masih dihentikan sementara sejak tahun lalu. Fasilitas tersebut sebelumnya digunakan untuk merakit kendaraan Neta bagi pasar Indonesia.

Jeda produksi berlangsung ketika Neta menjalani restrukturisasi. Prinsipal Neta di China disebut mengalami kebangkrutan, yang kemudian berdampak terhadap aktivitas bisnis merek tersebut di sejumlah negara, termasuk Indonesia.

Presiden Direktur HIM Denny Siregar mengatakan komunikasi dengan Neta masih berjalan. Namun, ia menyerahkan penjelasan mengenai kelanjutan bisnis Neta di Indonesia kepada pihak Neta.

“Kalau kami, komunikasi masih. Tapi kalau untuk kelanjutan, Neta sendiri yang bisa jawab,” kata Denny di Purwakarta, Jawa Barat, Kamis (13/8). Ia menambahkan, kondisi yang dihadapi Neta di negara asal membuat HIM belum dapat memberi kepastian.

Penyaluran Mobil Tetap Tercatat

Meski perakitan berhenti, catatan distribusi kendaraan Neta hingga Juli masih tersedia. Data Gabungan Industri Kendaraan Bermotor Indonesia menunjukkan penyaluran ke dealer mencapai 116 unit, sedangkan penjualan kepada konsumen mencapai 301 unit.

Wholesales adalah distribusi dari pabrik ke dealer, sementara retail merupakan penjualan langsung kepada konsumen. Data itu menunjukkan aktivitas penyaluran dan penjualan masih tercatat saat produksi lokal belum kembali berjalan.

Jenis PenyaluranPeriodeJumlah
WholesalesHingga Juli116 unit
RetailHingga Juli301 unit

Situasi tersebut membuat informasi mengenai akses servis, suku cadang, dan garansi menjadi perhatian utama bagi pemilik kendaraan. Sementara arah bisnis Neta belum dipastikan, perusahaan tetap menyatakan layanan purnajual akan dijalankan melalui saluran yang telah diperbarui.

Baca Juga