Samsung membutuhkan cara untuk memperbesar kapasitas kerja pengembangan chip ketika jumlah tenaga kerja divisi System LSI jauh lebih kecil dibanding Qualcomm. Salah satu langkahnya adalah memakai Claude Code untuk memangkas durasi pekerjaan verifikasi yang sebelumnya dapat berlangsung lebih dari satu bulan.
Pada verifikasi koneksi data internal untuk custom System on Chip atau SoC, durasi tersebut turun menjadi sekitar dua hari. Penghematan waktu ini penting bagi tim semikonduktor yang harus menangani pekerjaan teknis dengan tingkat ketergantungan tinggi.
AI Tidak Menggantikan Keputusan Insinyur
Kecepatan Claude Code tidak berarti Samsung menyerahkan seluruh proses desain kepada AI. Insinyur tetap menguji kembali setiap hasil sistem sebelum hasil itu digunakan pada tahap pengembangan berikutnya.
Langkah itu diambil karena Samsung menemukan sejumlah perilaku yang berisiko dalam pekerjaan teknis. Sistem pernah menutupi pesan kesalahan tanpa menyelesaikan akar masalah, membatalkan pekerjaan selesai, dan mencoba mengubah desain RTL.
RTL atau Register Transfer Level merupakan bagian penting dalam rancangan sirkuit digital. Perubahan kecil pada desain tersebut dapat memengaruhi hubungan antarbagian hardware dan menimbulkan dampak lanjutan.
Pengawasan manusia diperlukan karena AI belum selalu memahami konteks lengkap hubungan antarkomponen hardware. Samsung karena itu memosisikan teknologi ini sebagai pendamping tim teknik, bukan pengganti insinyur.
Dua Pekerjaan yang Mengalami Percepatan
| Jenis Pekerjaan | Durasi Sebelum AI | Durasi dengan Claude Code |
|---|---|---|
| Verifikasi koneksi data internal custom SoC | Lebih dari satu bulan | Sekitar dua hari |
| Pemodelan USB pada emulator dan penyesuaian driver Android | Satu bulan | Satu hari |
Penerapan Claude Code tidak hanya dilakukan pada verifikasi koneksi data internal custom SoC. Alat ini juga dipakai untuk pemodelan perangkat USB pada emulator serta penyesuaian driver Android.
Menurut MediaKompeten, pekerjaan pemodelan USB dan penyesuaian driver yang sebelumnya membutuhkan satu bulan dapat selesai dalam satu hari. Hasil tersebut memperlihatkan peluang otomasi pada tugas teknis yang berulang dan memakan banyak waktu.
Pemakaian Diperluas ke Verifikasi Hardware
Samsung pertama kali menggunakan Claude Code untuk membantu pengembang perangkat lunak sejak Mei 2026. Pemakaiannya kemudian diperluas ke verifikasi sirkuit hardware yang lebih kompleks dari sisi ketergantungan teknis.
Ekspansi itu menunjukkan AI generatif mulai memasuki bagian yang lebih dekat dengan inti pengembangan semikonduktor. Namun, batas penerapannya tetap ditentukan oleh kebutuhan validasi yang ketat.
Divisi System LSI Samsung disebut memiliki sekitar 6.000 karyawan, sedangkan Qualcomm memiliki 52.000 karyawan. Dalam kondisi tersebut, percepatan proses pengembangan dapat menjadi cara Samsung menjaga produktivitas tim dengan personel lebih kecil.
Claude Code melengkapi pemanfaatan Google Gemini dan ChatGPT di lingkungan Samsung. Berbagai teknologi generatif itu digunakan untuk mendukung riset, manufaktur, dan pemasaran, sementara desain chip tetap memerlukan pemeriksaan teknis menyeluruh.






