Catatan Pramusim Milan Memprihatinkan saat Amorim Menantang Mantan Klubnya

Kekalahan 0-3 dari Chelsea membuat AC Milan memasuki laga melawan Manchester United tanpa satu pun kemenangan dalam tiga pertandingan pramusim. Situasi itu menjadikan duel di Wroclaw sebagai pengujian penting bagi Ruben Amorim menjelang musim baru.

Tantangan tersebut terasa lebih besar karena Manchester United adalah klub yang pernah dilatih Amorim. Pelatih Portugal itu kini harus memimpin Milan menghadapi mantan timnya ketika proses pembentukan skuad barunya belum sepenuhnya matang.

Ujian Terakhir di Wroclaw

AC Milan dijadwalkan bertemu Manchester United pada Sabtu (15/8/2026) pukul 21.45 WIB di Polandia. Pertandingan persahabatan ini menjadi salah satu kesempatan terakhir bagi kedua klub untuk menyempurnakan persiapan sebelum kompetisi resmi bergulir.

Milan belum mampu mengubah perkembangan latihan menjadi kemenangan pada laga pemanasan. Mereka bermain imbang menghadapi Celtic dan Inter Milan, lalu kalah dari Chelsea pada pertandingan terakhir.

KlubHasil PramusimRincian
AC MilanBelum menang dalam 3 lagaImbang Celtic, imbang Inter Milan, kalah 0-3 dari Chelsea
Manchester UnitedLebih stabil dalam 5 laga1 kalah dan 1 imbang

Catatan Manchester United menunjukkan kondisi yang lebih positif selama masa pemanasan. Skuad Michael Carrick hanya mencatat satu kekalahan dan satu hasil imbang dari lima pertandingan.

Kontras tersebut membuat Milan perlu memperlihatkan peningkatan pada duel nanti. Hasil pertandingan tidak hanya penting untuk menghentikan tren tanpa kemenangan, tetapi juga untuk mengukur kesiapan organisasi permainan tim.

Amorim Membangun Dasar Permainan Baru

Amorim baru ditunjuk sebagai pelatih AC Milan pada Juni. Penunjukan itu terjadi sekitar enam bulan setelah ia dipecat oleh Manchester United.

Ketika masih berada di Old Trafford, Amorim mencatatkan 24 kemenangan dari total 63 pertandingan. Masa kepelatihannya juga mendapat kritik dari sejumlah suporter terkait pernyataan dalam konferensi pers dan penerapan taktik di lapangan.

Pertemuan di Wroclaw memberi konteks tersendiri bagi perjalanan Amorim bersama Milan. Ia tidak sekadar menghadapi klub lama, melainkan juga berusaha menunjukkan arah permainan tim yang sedang dibangunnya.

Menurut bola.kompas.com, Amorim memahami bahwa perkembangan Milan masih membutuhkan waktu. Kehadiran banyak pemain muda membuat proses pembentukan karakter tim belum dapat diselesaikan dalam waktu singkat.

Tekanan Tinggi dan Pertahanan Tim

Amorim menilai pemain Milan sudah mulai memahami beberapa aspek permainan yang diinginkannya. Mereka disebut telah mengetahui cara bertahan secara kolektif, menghadapi situasi satu lawan satu, serta menjalankan tekanan tinggi.

Meski demikian, hasil pramusim menunjukkan bahwa pemahaman tersebut masih perlu diterjemahkan menjadi performa yang lebih konsisten. Laga melawan Manchester United akan mempertemukan Milan dengan lawan yang membawa ritme persiapan lebih baik.

“Kami tahu kami akan sedikit menderita, tetapi kami ingin menempatkan para pemain kami melalui tantangan semacam ini,” ujar Amorim, seperti dikutip ESPN. Pernyataan itu menegaskan bahwa ia melihat pertandingan tersebut sebagai bagian penting dari proses evaluasi skuad.

Il Corriere dello Sport turut menyoroti awal masa kerja Amorim di Milan. Media Italia itu memasukkan namanya dalam deretan pelatih yang berpotensi paling awal kehilangan pekerjaan di Serie A musim ini.

Karena itu, respons Milan di Polandia akan mendapat perhatian besar. Kemenangan memang menjadi target yang diharapkan, tetapi kemampuan tim menjaga struktur permainan saat menghadapi Manchester United juga akan menentukan nilai dari laga pramusim tersebut.

Baca Juga