BTN Kejar Paylater Tahun Ini, Bale by BTN Disiapkan Jadi Pintu Utama

BTN menargetkan layanan buy now pay later atau paylater bisa meluncur tahun ini, dengan Bale by BTN sebagai pusat ekosistem digital yang akan menampung fitur baru tersebut. Integrasi ini menegaskan bahwa layanan pembiayaan itu tidak disiapkan sebagai aplikasi terpisah, melainkan masuk ke dalam platform andalan perseroan.

Direktur Information Technology BTN Tan Jacky Chen mengatakan pengembangan paylater dilakukan secara paralel, mulai dari sistem hingga kesiapan nonteknis. Perseroan saat ini juga mengurus perizinan, mematangkan model bisnis, memperkuat kepatuhan terhadap regulasi, dan menyiapkan tata kelola agar layanan berjalan sesuai ketentuan.

Limit disesuaikan dengan profil nasabah

BTN belum mengumumkan besaran plafon pembiayaan yang akan diberikan kepada pengguna. Jacky menjelaskan, limit paylater akan ditentukan berdasarkan profil, segmen, dan tingkat kelayakan masing-masing nasabah.

Ia menegaskan bahwa pendekatan BTN tidak akan seragam untuk semua pengguna. Setiap pengajuan akan dilihat dari kecocokan segmen serta kebutuhan penggunaan yang dianggap layak menerima fasilitas tersebut.

Bale by BTN tetap jadi aplikasi utama

Jacky juga menekankan bahwa Bale by BTN tetap berjalan seperti biasa dan akan terus diperkuat sebagai produk unggulan perseroan. Dalam penjelasannya, Bale diposisikan sebagai super apps BTN yang menjadi rumah bagi layanan digital lain, termasuk paylater yang sedang disiapkan.

“Bale tetap berjalan. Bale seperti sekarang juga tetap berjalan. Karena Bale kan sebagai produk champion kita, kita akan memperkuat di situ, itu sebagai super apps kami,” ujarnya.

Dengan skema itu, BTN ingin memusatkan pengalaman digital nasabah dalam satu aplikasi. Strategi ini membuat fitur baru nantinya melekat pada platform yang sudah disiapkan untuk tumbuh, bukan berdiri sendiri.

Sudah lama dipersiapkan sejak 2024

Rencana peluncuran paylater BTN bukan kabar baru. Berdasarkan catatan money.kompas.com, perseroan sudah menyuarakan rencana itu sejak 2024, ketika proses perizinan di Otoritas Jasa Keuangan dan Bank Indonesia masih berlangsung.

Saat itu, izin dari kedua regulator tersebut sempat diperkirakan terbit pada Maret 2024 agar layanan bisa meluncur paling lambat April 2024. Namun hingga kini, layanan itu belum juga dirilis ke publik.

Direktur Utama BTN Nixon sebelumnya menyebut paylater ini dirancang untuk memberi layanan dengan biaya yang lebih murah dibandingkan banyak produk serupa di pasaran. Dalam konferensi pers Paparan Kinerja BTN per 31 Desember 2023 pada Senin (12/2/2024), ia mengatakan, “Ini adalah upaya untuk memberikan layanan kepada nasabah kami dengan harga yang jauh lebih murah dibandingkan paylater yang diterbitkan oleh lembaga lain.”

Nixon juga menjelaskan bahwa paylater BTN akan dikaitkan dengan KPR BTN. Skema ini berbeda dari banyak paylater lain karena layanan tersebut tidak ditawarkan lewat aplikasi umum, melainkan kepada nasabah KPR BTN yang sudah ada.

Dalam penjelasan yang pernah disampaikan, BTN menargetkan pencairan dapat berlangsung satu sampai dua hari setelah persetujuan. Dana akan langsung dikreditkan ke rekening paylater, dengan model yang disebut mirip kartu kredit daring.

Ringkasan rencana paylater BTN

AspekKeterangan
Status peluncuranDitargetkan pada tahun ini
Integrasi layananBale by BTN
Penyesuaian limitBerdasarkan profil, segmen, dan kelayakan nasabah
Tahap persiapanTeknologi, perizinan, model bisnis, kepatuhan, dan tata kelola

Dengan arah itu, BTN masih menuntaskan sejumlah komponen sebelum fitur paylater benar-benar dibuka kepada nasabah. Fokus utama perseroan tetap sama, yaitu menyiapkan layanan yang terhubung erat dengan Bale by BTN dan relevan bagi segmen pengguna yang memenuhi kriteria.

Baca Juga