Belkote Biarkan Jejak Lumpur dan Debu Reli Menempel pada M3 E30 di Pameran

Belkote tidak akan menyembunyikan seluruh jejak reli pada M3 E30 yang digunakan Rifat Sungkar. Debu, lumpur, dan kondisi setelah mobil melintasi lintasan justru menjadi salah satu elemen utama saat kendaraan itu tampil di pameran modifikasi pada Oktober 2026.

Mobil tersebut akan dibagi dalam tampilan Half Dirty, Half Clean. Satu sisi mempertahankan wujud after rally, sedangkan sisi satunya kembali bersih untuk memperlihatkan hasil akhir pengecatan.

Bukan sekadar membersihkan mobil sebelum dipajang

Pameran modifikasi umumnya menghadirkan kendaraan dalam keadaan bersih dan rapi. Dalam proyek ini, Belkote memilih menampilkan dua fase berbeda dari satu perjalanan kendaraan di satu bodi yang sama.

Sisi kotor akan memperlihatkan dampak penggunaan mobil di kondisi reli. Sisi bersih dibuat mengilap agar pengunjung dapat melihat pantulan dan hasil akhir dari pengerjaan cat.

Sisi tampilanFungsi dalam presentasi
Sisi after rallyMenunjukkan debu dan keadaan mobil sesudah melintasi reli.
Sisi bersihMenampilkan hasil akhir dan refleksi pengecatan Belkote.

Perbandingan visual itu dirancang agar perjalanan kendaraan dapat dibaca secara langsung oleh pengunjung. Mobil tidak hanya menunjukkan penampilan setelah selesai dikerjakan, tetapi juga kondisi sesudah digunakan dalam kompetisi.

Rifat Sungkar menegaskan M3 E30 tetap akan digunakan untuk reli setelah dicat. Mobil akan menghadapi lingkungan kompetisi yang mencakup debu, lumpur, kerikil, serta perubahan cuaca.

Kondisi kompetisi menjadi bagian dari konsep

“Setelah dicat, mobil ini akan digunakan untuk rally dan menghadapi kondisi yang memang kita temui di kompetisi, mulai dari debu, lumpur, kerikil, sampai perubahan cuaca dan dibawa ke pameran modifikasi,” ujar Rifat. Ia menilai pengunjung dapat menyaksikan perjalanan mobil sebelum, saat, hingga setelah digunakan reli.

Dengan demikian, jejak kotor pada bodi tidak diposisikan sebagai kekurangan tampilan pameran. Jejak tersebut menjadi penanda bahwa kendaraan telah melewati pemakaian di lintasan sebelum memasuki area display.

M3 E30 Rifat Sungkar menjadi penghubung antara aktivitas kompetisi dan dunia modifikasi. Proyek itu juga memperlihatkan bahwa kendaraan yang dipamerkan tidak harus berhenti berfungsi setelah proses pengecatan selesai.

Belkote ingin menampilkan pemakaian nyata

Direktur Marketing PT Bintang Chemical Indonesia, Andrew Budi Kurniawan, mengatakan hasil pengecatan tidak semata-mata ditujukan sebagai materi pajangan. Ia menekankan pentingnya melihat hasil akhir setelah mobil menjalani penggunaan nyata di lintasan.

Dalam keterangan resmi pada Minggu, 16 Agustus 2026, Andrew menyatakan mobil itu akan kembali menghadapi kondisi reli sebelum dibawa ke pameran. Kondisi after rally dipertahankan agar pengunjung dapat melihat perjalanan kendaraan setelah berada di lapangan.

“M3 E30 ini akan benar-benar digunakan kembali di lintasan, menghadapi kondisi rally, lalu dibawa pameran modifikasi dalam kondisi after rally,” ujar Andrew. “Jadi, pengunjung bisa melihat sendiri bagaimana perjalanan sebuah mobil setelah melewati kondisi nyata di lapangan.”

Aktivasi melalui Rally Passport

Belkote turut menghadirkan Rally Passport yang berisi perjalanan M3 E30 dalam kolaborasi tersebut. Pengunjung dapat mengikuti berbagai titik aktivasi sebelum membawanya ke stan Belkote.

Menurut Kompas.com, pendekatan itu menjadi cara untuk mempertemukan motorsport, pengecatan ulang otomotif, dan kultur modifikasi. Hasil pengerjaan cat Belkote pada M3 E30 akan diperlihatkan bersama konteks penggunaan mobil di lintasan reli.

Di pameran nanti, sisi bersih akan menjadi pembanding bagi bodi yang masih menyimpan jejak reli. Kontras itu menjadi pesan utama proyek, dari bengkel, lintasan kompetisi, hingga ruang pamer modifikasi.

Baca Juga