Bangladesh bukan sepenuhnya lawan baru bagi Indonesia meski dikabarkan akan masuk Grup A FIFA ASEAN Cup 2026 sebagai pengganti India. Tim Asia Selatan itu pernah menundukkan Indonesia 2-1 pada 1985, sebuah hasil yang memberi konteks penting bagi calon duel berikutnya.
Peluang bentrok kembali juga membawa ingatan pada pertemuan terakhir kedua negara yang berakhir 0-0. Indonesia dan Bangladesh bermain imbang tanpa gol dalam laga persahabatan di Stadion Si Jalak Harupat, Kabupaten Bandung, pada 1 Juni 2022.
Dua Hasil yang Membingkai Potensi Duel
Rekam jejak pertemuan kedua tim memperlihatkan hasil yang beragam. Bangladesh pernah meraih kemenangan, sementara Indonesia juga memiliki satu kemenangan dan pertandingan terakhir mereka berakhir imbang.
Menurut catatan Suara.com, dari empat pertemuan sebelumnya Indonesia disebut mencatat satu kemenangan, satu hasil seri, dan satu kekalahan. Kekalahan tersebut terjadi pada 1985 ketika Bangladesh menang dengan skor 2-1.
| Aspek | Data |
|---|---|
| Hasil bersejarah | Bangladesh menang 2-1 pada 1985 |
| Laga terakhir | 1 Juni 2022 |
| Lokasi laga terakhir | Stadion Si Jalak Harupat, Kabupaten Bandung |
| Skor laga terakhir | Indonesia 0-0 Bangladesh |
Hasil imbang pada 2022 menunjukkan pertemuan paling mutakhir tidak menghasilkan pemenang. Sementara itu, kemenangan pada 1985 membuktikan Bangladesh pernah mampu memberikan tekanan hasil kepada Indonesia.
Bangladesh Mengisi Posisi India
Perubahan calon lawan Indonesia berawal dari keputusan India mundur dari FIFA ASEAN Cup 2026. India disebut memiliki agenda pertandingan melawan Brasil pada 3 Oktober 2026.
Bangladesh kemudian dikabarkan akan mengisi slot yang ditinggalkan India di Grup A. Mereka berpotensi menghadapi Indonesia sebagai tuan rumah bersama dua peserta lain dari Asia Tenggara.
Masuknya Bangladesh mengubah peta persaingan yang sebelumnya memasukkan India sebagai salah satu kandidat lawan Indonesia. Bagi Bangladesh, peran sebagai pengganti menghadirkan tuntutan untuk segera menyesuaikan persiapan menghadapi grup tersebut.
Pengalaman di Kompetisi Regional
Bangladesh memiliki catatan prestasi di sepak bola Asia Selatan melalui gelar SAFF Championship 2003. Pencapaian itu disebut sebagai prestasi terbesar tim nasional Bangladesh.
Mereka juga pernah berpartisipasi dalam Piala Asia 1980. Penampilan tersebut menjadi salah satu capaian penting Bangladesh karena mampu mencapai turnamen utama tingkat Asia.
FIFA ASEAN Cup 2026 sendiri disebut sebagai edisi perdana turnamen itu. Penempatannya pada periode FIFA Matchday diperkirakan membuat persaingan berlangsung dengan komposisi skuad yang lebih maksimal.
Indonesia akan menjalani agenda ini di bawah pelatih John Herdman. Jika Bangladesh benar-benar mengambil tempat India, sejarah 1985 dan hasil imbang 2022 akan menjadi latar bagi pertemuan yang kembali terbuka di fase grup.






