Anthony Hudson menilai Thailand belum tampil sesuai rencana meski menang 3-1 atas Singapura pada leg pertama semifinal Piala AFF 2026. Pelatih Thailand itu menyoroti kesulitan timnya dalam mengontrol penguasaan bola di Stadion Jalan Besar.
Catatan tersebut membuat kemenangan tandang Thailand tidak dipandang sebagai akhir pekerjaan. Gajah Perang masih harus menghadapi Singapura pada leg kedua di Stadion Rajamangala, Bangkok, Selasa (18/8).
Kontrol Bola Menjadi Pekerjaan Rumah
Hudson menyatakan Thailand ingin lebih dominan saat menjamu Singapura. Ia melihat semifinal sebagai pertandingan yang menuntut kemenangan, tetapi kualitas permainan tetap perlu diperbaiki.
“Ketika sampai di semifinal, semifinal adalah tentang kemenangan. Saya pikir ini mungkin pertama kalinya kami benar-benar tidak mampu mengontrol bola dan mendominasi bola,” kata Hudson melalui situs resmi Piala AFF 2026.
Thailand datang ke leg kedua dengan keunggulan agregat dua gol. Meski demikian, Singapura masih dapat mengejar ketertinggalan setelah mencetak satu gol pada pertemuan pertama.
| Pertandingan | Waktu dan Lokasi | Hasil atau Status |
|---|---|---|
| Singapura vs Thailand | Sabtu (15/8), Stadion Jalan Besar | Thailand menang 3-1 |
| Thailand vs Singapura | Selasa (18/8), Stadion Rajamangala, Bangkok | Leg kedua semifinal |
Gol Tercipta Lewat Transisi Cepat
Teerasak Poeiphimai menjadi pencetak dua gol Thailand dalam kemenangan tersebut. Seksan Ratree melengkapi gol tim tamu, sementara Ilhan Fandi mencetak gol balasan bagi Singapura.
Gol-gol Thailand banyak tercipta dari serangan balik. Hudson mengakui pola ini bukan pendekatan utama yang ingin diterapkan oleh timnya.
Thailand semula menargetkan penguasaan bola yang lebih besar. Akan tetapi, struktur permainan Singapura membuat alur pertandingan bergeser dan memberi ruang bagi Thailand untuk mengandalkan transisi.
Hudson menyebut formasi Singapura menyulitkan Thailand melakukan tekanan seperti yang direncanakan. Kondisi itu membuat Gajah Perang harus menyesuaikan cara menyerang sepanjang laga.
“Saya rasa mereka adalah tim yang rumit untuk dilawan, terutama karena formasi mereka. Hal itu membuat sulit untuk melakukan tekanan melawan tim seperti ini,” ujar Hudson.
Singapura Sudah Menyulitkan Dua Rival Asia Tenggara
Thailand tidak datang tanpa bahan evaluasi mengenai kekuatan Singapura. The Lions sebelumnya menahan imbang Timnas Indonesia dan Vietnam pada fase grup.
Dua poin dari dua hasil imbang tersebut membantu Singapura melaju ke semifinal. Hudson menilai pertandingan melawan Indonesia dan Vietnam menjadi bahan penting untuk memahami permainan lawannya.
Pertemuan di Jalan Besar membuktikan Singapura kembali mampu menyulitkan lawan yang lebih sering menguasai permainan. Bagi Thailand, leg kedua menjadi kesempatan untuk mempertahankan keunggulan sekaligus memperlihatkan kontrol bola yang belum terlihat pada laga pertama.






