Setelah beberapa periode tidak memperoleh penghargaan dalam AMSA-Indonesia Awards, AMSA-UAJ kembali mencatatkan capaian nasional. Organisasi mahasiswa FKIK Unika Atma Jaya itu meraih dua posisi dalam Musyawarah Nasional XLI AMSA-Indonesia.
Ketua AMSA-UAJ Christabel Rusli menyatakan penghargaan tersebut menjadi hasil dari kerja kolektif anggota selama satu tahun kepengurusan. Ia juga memandang capaian ini sebagai momentum penting bagi organisasi untuk terus berkembang.
“Aku sangat bahagia, bangga, sekaligus terharu. Penghargaan ini memiliki makna yang besar karena merupakan hasil kerja keras seluruh anggota AMSA-UAJ selama satu tahun kepengurusan,” ungkap Christabel yang akrab disapa Abel.
Keberanian Mengambil Kesempatan
Abel menilai bertambahnya anggota yang bersedia mencoba kesempatan ilmiah turut mendukung hasil tersebut. Keterlibatan dalam kompetisi dan kegiatan akademik disebut semakin tampak selama kepengurusan 2025–2026.
“Sepanjang tenure 2025–2026 sejauh ini terasa semakin banyak anggota yang mulai berani mencoba kesempatan-kesempatan yang ada. Peningkatan partisipasi ini menjadi salah satu hal yang ikut berkontribusi terhadap pencapaian AMSA-UAJ tahun ini,” ujar Abel.
Keberanian untuk terlibat dalam kegiatan di luar kelas penting bagi mahasiswa kedokteran karena prosesnya menuntut kesiapan belajar dan menghadapi dinamika akademik. Forum nasional juga membuka ruang pertukaran wawasan dengan calon dokter dari berbagai daerah.
Dua Posisi dalam Ajang Nasional
Musyawarah Nasional XLI AMSA-Indonesia berlangsung di Universitas Pelita Harapan dan diikuti perwakilan fakultas kedokteran dari 43 universitas. Dalam ajang itu, AMSA-UAJ menempati posisi kedua pada kategori yang menilai perkembangan aktivitas ilmiah.
| Kategori | Hasil |
|---|---|
| The Most Progressive University in Scientific Activities | Posisi kedua |
| The Most Progressive University | Posisi ketiga |
AMSA-UAJ juga masuk nominasi The Best Overall University serta The Most Scientific University. Nominasi dan penghargaan tersebut menempatkan kegiatan organisasi mahasiswa FKIK Unika Atma Jaya dalam persaingan yang melibatkan puluhan fakultas kedokteran.
Menurut laporan Kompas.com, hasil itu tidak dikaitkan dengan satu kegiatan khusus. Capaian AMSA-UAJ terbentuk dari rangkaian riset dan aktivitas ilmiah yang dikerjakan secara berkelanjutan sepanjang tahun.
Ekosistem Pembelajaran di Kampus
Prestasi organisasi mahasiswa dapat menjadi gambaran tentang iklim belajar yang memberi ruang bagi riset, minat, dan bakat. Dalam pendidikan kedokteran, kurikulum kelas dan keterampilan klinis tetap penting, namun pengembangan akademik di luar kelas juga memiliki peran yang besar.
Pembiasaan riset melatih mahasiswa untuk bekerja teliti dan disiplin, dua unsur yang relevan dengan tuntutan pembelajaran kedokteran. Dinamika organisasi yang sehat juga dapat membantu mahasiswa mengasah kemampuan beradaptasi terhadap persoalan medis yang semakin kompleks.
Pengalaman mengikuti kegiatan ilmiah tidak hanya berorientasi pada perolehan penghargaan. Proses tersebut dapat memperkuat karakter akademik mahasiswa sekaligus membangun kesiapan mereka sebagai calon tenaga medis.






