Ruben Amorim memilih menutup ruang bagi narasi balas dendam setelah AC Milan mengalahkan Manchester United 4-2. Pelatih asal Portugal itu menyebut duel melawan mantan klubnya sebagai pertandingan biasa dalam proses persiapan Milan.
Pernyataan itu hadir setelah Milan memenangi laga persahabatan pramusim di Wrocław Stadium, Polandia, pada Sabtu (15/8/2026). Amorim menilai pekerjaannya bersama klub Italia tersebut jauh lebih penting daripada konteks masa lalunya di Old Trafford.
“Tidak. Bagi saya, itu adalah pertandingan biasa. Sejak bergabung dengan Milan, saya tidak lagi memiliki ikatan emosional khusus terkait Manchester United,” kata Amorim, dikutip dari Express.
Amorim sebelumnya menangani Manchester United pada periode 2024 hingga 2026. Ia didepak pada pertengahan musim lalu menyusul rangkaian hasil buruk, lalu sempat menganggur selama setengah tahun sebelum menerima pekerjaan di Milan.
Bab Baru di Milan
Meski tidak lagi bekerja di Inggris, Amorim mengatakan masih memiliki penghargaan terhadap Manchester United. Ia menegaskan perpisahan dengan klub tersebut tidak meninggalkan perasaan negatif.
“Saya bangga pernah berada di Manchester United dan saya masih mencintai klub itu, namun setelah bergabung dengan Milan, saya tidak merasakan hal negatif apa pun karena saya sangat bahagia; saya berada di tempat yang saya inginkan,” ujar Amorim.
Sikap itu membuat kemenangan di Polandia tidak ditempatkan sebagai ukuran keberhasilan personal. Amorim justru memusatkan perhatian pada strategi dan perkembangan skuad Milan, seperti dilaporkan Detik Sport.
Pertandingan tersebut merupakan pertemuan pertama Amorim dengan Manchester United sejak ia meninggalkan klub itu. Kondisi itu memberi konteks tersendiri, tetapi tidak mengubah cara Amorim membaca hasil laga pramusim tersebut.
Dua Kali Tertinggal, Empat Gol Milan
Milan meraih kemenangan setelah memperlihatkan kemampuan bangkit dalam dua situasi tertinggal. Manchester United lebih dahulu unggul melalui Harry Maguire ketika pertandingan baru berjalan dua menit.
Samuel Chukwueze membawa Milan menyamakan kedudukan pada menit ke-37. Skor imbang itu bertahan hingga jeda pertandingan.
Manchester United kembali mengambil keunggulan setelah turun minum lewat Patrick Dorgu. Milan kemudian membalas dengan tiga gol dari Alphadjo Cisse, Goncalo Ramos, dan Ruben Loftus-Cheek.
| Tim | Gol | Pencetak Gol |
|---|---|---|
| AC Milan | 4 | Samuel Chukwueze, Alphadjo Cisse, Goncalo Ramos, Ruben Loftus-Cheek |
| Manchester United | 2 | Harry Maguire, Patrick Dorgu |
Rangkaian gol tersebut memastikan Milan menang dengan skor 4-2. Hasil itu sekaligus memperlihatkan daya respons tim setelah tertinggal pada dua fase berbeda dalam pertandingan.
Bagi Amorim, kemenangan tersebut tetap berada dalam koridor persiapan pramusim. Ia tidak menjadikannya sebagai pembuktian kepada Manchester United, melainkan bagian dari upaya membangun fondasi bersama Milan.






