Ambisi Olimpiade 2028 Diuji Kekalahan Djokovic dari Tirante di Cincinnati

Ambisi Novak Djokovic untuk menutup karier pada Olimpiade 2028 kini kembali diiringi pertanyaan besar mengenai kebugarannya. Kekalahan pada laga pembuka Cincinnati Open memperlihatkan bahwa kondisi fisik akan menjadi penentu utama bagi rencana tersebut.

Djokovic kalah 2-6, 6-4, 6-4 dari Thiago Agustín Tirante pada Sabtu, 15 Agustus 2026. Ia memulai duel dengan dominan, tetapi tidak mampu mempertahankan permainan yang sama hingga akhir pertandingan.

Target Jangka Panjang dan Tantangan Kebugaran

Djokovic disebut belum berniat pensiun dalam waktu dekat. Ia masih berharap dapat mengakhiri perjalanan kariernya dengan membawa bendera Serbia pada Olimpiade 2028.

Rencana itu menunjukkan satu kekalahan belum mengubah arah kariernya. Namun, penampilan di Cincinnati memberi gambaran bahwa menjaga tubuh tetap siap bertanding menjadi pekerjaan yang tidak bisa diabaikan.

Setelah turnamen tersebut, Djokovic juga dijadwalkan mengikuti US Open pada musim panas ini. Peluangnya di New York akan berkaitan erat dengan seberapa baik ia memulihkan kondisi fisik.

Menurut The Spun, rekor Djokovic dalam pertandingan lima set masih tergolong sangat mengesankan pada fase kariernya sekarang. Catatan itu membuat peluangnya di ajang besar tetap layak diperhitungkan.

Perubahan Permainan dalam Tiga Set

Pertandingan melawan Tirante menghadirkan perubahan tajam dari awal hingga akhir. Djokovic merebut set pertama dengan skor 6-2, lalu kehilangan dua set selanjutnya dengan skor identik 4-6.

SetSkorHasil Djokovic
Pertama6-2Menang
Kedua4-6Kalah
Ketiga4-6Kalah

Penguasaan Djokovic pada set pembuka sempat memberi kesan bahwa ia akan melewati laga tersebut dengan lancar. Kondisi fisiknya kemudian menurun sehingga ia kesulitan mengimbangi reli pada dua set penentuan.

Hasil itu membuat langkah Djokovic di Cincinnati Open terhenti langsung pada babak pertama. Kekalahan terasa menonjol karena ia lebih dulu membangun keunggulan melalui permainan yang relatif mudah pada set pertama.

Desakan Pensiun dari Pendukung

Reaksi penggemar sesudah pertandingan banyak menyoroti situasi fisik Djokovic. Seorang pengguna X menulis, “Djokovic saya benar-benar pikir sudah waktunya untuk pensiun.”

Penggemar tersebut tetap menyebut Djokovic sebagai legenda di lapangan tenis. Namun, ia menilai tubuh sang petenis tidak lagi mendukung seperti pada masa sebelumnya.

Penggemar lain berpendapat Djokovic perlu mempertimbangkan pensiun pada musim ini atau musim depan. Penilaian itu dikaitkan dengan kekalahan dari Tirante, pemain yang disebut memiliki peringkat tidak terlalu tinggi.

Seorang pendukung juga menyinggung persiapan Djokovic menjelang turnamen. “Dia tidak latihan selama berminggu-minggu dan datang ke Cincinnati dalam kondisi kurang fit,” tulisnya.

Penilaian dari luar tidak serta-merta mengubah tujuan Djokovic untuk terus berlaga. Tantangan terbesarnya kini bukan hanya menjaga kualitas pukulan, melainkan memastikan fisiknya mampu menopang ambisi hingga Olimpiade 2028.

Baca Juga