Bukan Sekadar Teman Satu Tim, Amatir Diuji Bersama Profesional di Indonesia Pro-Am

Bermain satu tim dengan pegolf profesional tidak otomatis mengurangi beban bagi peserta amatir di The Indonesia Pro-Am presented by Combiphar & Nomura. Justru format pro-am membuat setiap peserta harus menyatukan permainan, strategi, dan ketenangan dalam persaingan yang kompetitif.

Kategori tim menempatkan kolaborasi profesional dan amatir sebagai bagian utama turnamen. Posisi ini menegaskan bahwa peserta amatir bukan sekadar pelengkap dalam pertandingan yang juga terdaftar pada kalender Asian Development Tour (ADT).

Dalam tiga edisi sebelumnya, pasangan dari Thailand, Malaysia, Australia, serta Indonesia pernah menjadi juara kategori pro-am. Hasil tersebut menunjukkan gelar tim memiliki bobot persaingan tersendiri di tengah ajang yang juga menyediakan kompetisi individual profesional.

Dua kategori dengan total hadiah 150 ribu dolar AS

Seratus pegolf profesional dan 100 pegolf amatir dijadwalkan mengikuti turnamen ini. Para profesional akan memperebutkan total hadiah 150 ribu dolar AS melalui dua kategori pertandingan.

KategoriPeserta UtamaHadiah
Individual profesionalPegolf profesional125 ribu dolar AS
Pro-am teamProfesional dan amatir25 ribu dolar AS
Total hadiah profesionalGabungan kategori150 ribu dolar AS

Kategori individual menyediakan hadiah 125 ribu dolar AS. Sementara itu, kategori pro-am team menawarkan hadiah 25 ribu dolar AS dan menjadikan kerja sama pasangan sebagai faktor penentu.

Turnamen berlangsung pada 19-21 Agustus di Gunung Geulis Country Club, Bogor. East Course dan West Course akan menjadi arena dua putaran awal sebelum peserta memasuki babak final.

Ritme pertandingan yang menguji amatir

Keikutsertaan dalam turnamen berformat profesional-amatir memberi peserta tuan rumah pengalaman menghadapi ritme kompetisi yang lebih ketat. Mereka dapat membandingkan kemampuan sendiri saat bermain dalam lingkungan yang melibatkan pegolf profesional.

Tekanan untuk menghasilkan skor tetap hadir meski pertandingan dimainkan secara berpasangan. Kondisi ini menuntut amatir membuat keputusan dengan tenang dan menjaga konsistensi sepanjang putaran.

Ajang tersebut juga membawa rekam jejak positif bagi golf Indonesia. Kevin Caesario Akbar menjadi juara pada edisi perdana 2023 dan mencatatkan salah satu pencapaian penting bagi pegolf tuan rumah.

Naraajie Emerald Ramadhan Putra turut menjadi nama yang patut diperhatikan setelah mengantongi tiga gelar ADT. Ia finis T3 pada edisi 2025 dengan 14-under, hanya tertinggal satu pukulan dari Nopparat Panichphol dari Thailand.

Komitmen Combiphar

Combiphar telah mendukung penyelenggaraan turnamen ADT di Indonesia sejak 2016. Edisi tahun ini juga bertepatan dengan perayaan 55 tahun perjalanan Combiphar pada 2026.

President Director Combiphar Michael Wanandi mengatakan, “Melalui The Indonesia Pro-Am, kami ingin memberikan pengalaman kompetitif yang berharga bagi pegolf amatir Indonesia sekaligus terus mendukung para pegolf profesional untuk berprestasi di tingkat internasional.”

Bagi amatir, kesempatan berada di lapangan yang sama dengan profesional memberi ruang belajar dalam situasi nyata. Pengalaman itu dapat memperluas pemahaman tentang tuntutan kompetisi sekaligus mendukung perkembangan golf Indonesia.

Baca Juga