AI generatif tidak semata-mata mengurangi kebutuhan tenaga kerja, melainkan juga mengubah jenis kemampuan yang dicari perusahaan. Permintaan untuk pekerjaan yang berpotensi diperkuat AI tercatat naik 20 persen, sementara lowongan dengan tugas repetitif turun 13 persen.
Kontras tersebut menunjukkan bahwa nilai pekerja semakin bertumpu pada kemampuan mengarahkan teknologi dan mengambil keputusan dalam situasi yang tidak sederhana. Keterampilan teknis, analitis, kreatif, dan sosial menjadi bagian penting dari pergeseran kebutuhan ini.
Peran yang Diperkuat Teknologi
Sejumlah profesi tidak sepenuhnya tergantikan karena AI hanya mengambil alih sebagian tahap kerja. Mikrobiolog, analis keuangan, dan neuropsikolog klinis termasuk contoh pekerjaan yang berpotensi memperoleh penguatan dari teknologi tersebut.
Dalam pekerjaan semacam ini, sistem AI dapat membantu memproses informasi atau menjalankan tugas tertentu. Manusia tetap dibutuhkan untuk membaca konteks, mempertimbangkan risiko, dan menentukan keputusan akhir.
Contohnya terlihat pada bidang keuangan ketika manajer investasi dan analis menggunakan AI untuk memproses serta mengevaluasi data pasar. Teknologi dapat mempercepat pengolahan data, tetapi penilaian akhir tetap menjadi tanggung jawab manusia.
6 Keterampilan yang Menguat di Pasar Kerja
1. Penulisan perintah. Keterampilan ini diperlukan untuk menyusun instruksi yang akurat agar alat AI memberikan hasil yang lebih sesuai bagi kebutuhan pekerjaan.
2. Literasi AI. Pekerja perlu memahami penggunaan alat AI secara efektif dan mengetahui perannya dalam kegiatan kerja sehari-hari.
3. Kolaborasi manusia dan AI. Kemampuan memadukan pekerjaan manusia dengan dukungan sistem AI menjadi penting ketika teknologi hanya mengambil alih sebagian tugas.
4. Penerapan AI khusus bidang. Penguasaan alat yang sesuai dengan kebutuhan industri atau profesi memberi nilai tambah karena penerapan AI tidak sama di setiap bidang.
5. Penilaian situasional. Kemampuan membaca keadaan dan membuat keputusan kompleks tetap sulit diotomasi oleh mesin.
6. Komunikasi interpersonal. Interaksi langsung, pembangunan relasi, serta penyampaian pertimbangan kepada orang lain masih menjadi kemampuan yang kuat pada manusia.
Data Lowongan Menunjukkan Pergeseran
| Kategori pekerjaan | Perubahan lowongan | Perubahan kebutuhan keterampilan |
|---|---|---|
| Rentan terhadap otomasi | Turun 13 persen | Menyusut hingga 7 persen |
| Berpotensi diperkuat AI | Naik 20 persen | Muncul kebutuhan baru |
Temuan ini berasal dari penelitian Harvard Business School bertajuk Displacement or Complementarity? The Labor Market Impact of Generative AI. Riset tersebut menganalisis hampir seluruh lowongan yang tersedia di pasar tenaga kerja Amerika Serikat dari 2019 hingga Maret 2025.
Profesor Suraj Srinivasan melakukan penelitian bersama Wilbur Xinyuan Chen dari Hong Kong University of Science and Technology dan Saleh Zakerinia dari Ohio State University. Mereka memetakan lebih dari 19.000 tugas pada lebih dari 900 profesi.
Penurunan lowongan paling besar terjadi di sektor keuangan dan teknologi, yang banyak memiliki pekerjaan berbasis data serta proses terstruktur. Pada pekerjaan rentan otomatisasi, perusahaan juga cenderung meminta lebih sedikit keterampilan di dalam iklan lowongan.
Sebaliknya, posisi yang dapat berjalan berdampingan dengan AI memunculkan keterampilan baru yang sebelumnya belum banyak dibutuhkan. Karena itu, penggunaan AI dapat mengubah komposisi tugas dalam sebuah profesi tanpa selalu menghapus profesi tersebut.
Pelatihan Ulang Menjadi Penting
Srinivasan merekomendasikan perusahaan untuk berinvestasi dalam pelatihan ulang bagi pekerja di posisi yang rentan tergantikan. Prioritasnya adalah kemampuan yang sukar diotomasi, termasuk penilaian situasional dan komunikasi interpersonal.
Perusahaan juga perlu meningkatkan kemampuan AI bagi pekerja yang perannya dapat diperkuat teknologi. Penelitian ini berfokus pada dampak jangka pendek di Amerika Serikat, sehingga dampak jangka panjang dan pengaruhnya di wilayah lain masih belum dapat dipastikan.






